FOLKSTIME.ID — Program arus balik gratis pada Lebaran 2026 kembali dimanfaatkan masyarakat yang hendak kembali ke perantauan. Layanan transportasi laut menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut dipilih sebagai alternatif perjalanan, terutama oleh pemudik yang membawa sepeda motor dari Semarang menuju Jakarta.
Pada Rabu siang, aktivitas di Dermaga Samudera 2, Pelabuhan Tanjung Emas, terlihat dipadati ratusan pemudik. Mereka diarahkan secara bergiliran untuk memasuki kapal angkut KRI Banda Aceh (593). Sepeda motor yang dibawa turut dimuat ke dalam dek kapal dengan penataan yang dilakukan secara rapi oleh petugas.
Dalam satu kali pelayaran, sebanyak 1.192 penumpang telah diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, sekitar 385 unit sepeda motor ikut diangkut dalam program arus balik gratis tersebut. Setelah seluruh proses embarkasi diselesaikan, kapal kemudian dilepas dari dermaga dengan bantuan kapal tunda guna memastikan keamanan manuver awal pelayaran.
Fasilitas Lengkap Selama Perjalanan Laut
Selama perjalanan yang diperkirakan berlangsung satu malam, berbagai fasilitas telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan pemudik. Area dalam kapal telah diubah menjadi ruang istirahat dengan alas tidur berupa tikar dan kasur lapangan. Selain itu, fasilitas penunjang seperti MCK, pendingin udara, hingga konsumsi juga disediakan bagi seluruh penumpang.
“Pemudik mendapat makan tiga kali sehari, tempat tidur yang nyaman, ada AC, MCK, dan hiburan selama perjalanan,” ujar Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Semarang, Kolonel Marinir Sabprowanto.
Solusi Aman dan Hemat bagi Pemudik Motor
Program arus balik gratis ini dinilai mampu menjadi solusi bagi pemudik sepeda motor yang ingin menghindari perjalanan darat jarak jauh yang melelahkan. Risiko kecelakaan serta kelelahan dapat diminimalkan dengan menggunakan moda transportasi laut ini.
Efisiensi biaya juga dirasakan oleh masyarakat karena tidak perlu mengeluarkan ongkos perjalanan darat yang cukup besar. Selain itu, kendaraan pribadi tetap dapat dibawa tanpa harus dikirim secara terpisah.
Antusiasme Masyarakat Terus Meningkat
Program ini diketahui telah dimanfaatkan secara berulang oleh sebagian masyarakat. Salah satu peserta, Tri Purwanto, mengaku telah beberapa kali mengikuti layanan tersebut karena dinilai lebih praktis.
Ia menyebut perjalanan menjadi lebih ringan tanpa harus menghadapi kemacetan panjang di jalur darat. Barang bawaan juga dapat dibawa sekaligus tanpa kendala berarti selama perjalanan laut.
Program arus balik gratis ini juga dianggap mampu mengisi kebutuhan transportasi yang sebelumnya pernah disediakan oleh layanan lain. Dengan adanya dukungan dari TNI Angkatan Laut, kebutuhan masyarakat untuk mobilitas pasca-Lebaran tetap dapat terpenuhi.
Transportasi Laut Masih Dibutuhkan Saat Arus Balik
Tingginya minat masyarakat terhadap program ini menunjukkan bahwa transportasi berbasis laut masih menjadi pilihan penting, khususnya pada periode arus mudik dan balik Lebaran. Keamanan, kenyamanan, serta efisiensi menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini. (Tya)






