Banjir Pekalongan Belum Surut, Pemprov Jateng Turunkan 12 Pompa dan Gelontorkan Bantuan Rp500 Jutaan

Folkstime.id – Penanganan banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Pekalongan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan mengerahan belasan pompa air, distribusi bantuan logistik bernilai ratusan juta rupiah, serta penanganan darurat di titik-titik rawan genangan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat dan terpadu dalam merespons kebutuhan warga terdampak banjir. Ia menekankan agar penanganan darurat mengutamakan keselamatan serta kebutuhan dasar para pengungsi.

“Apa yang dibutuhkan masyarakat, terutama pengungsi, harus segera ditangani,” ujar Ahmad Luthfi, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia juga meminta agar koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi pendukung berjalan efektif sehingga setiap bantuan benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat di tengah situasi darurat.

Sebagai bagian dari langkah konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan tahap awal sejak 7 Januari 2026.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catur Penanggungan, menjelaskan bahwa bantuan untuk Kota Pekalongan mencapai Rp169.731.854, sedangkan Kabupaten Pekalongan menerima Rp182.236.270. Total bantuan awal yang digelontorkan mencapai Rp359.395.578.

“Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berlanjut. Untuk Kabupaten Pekalongan, melalui Dinas Sosial, BPBD, dan Dinas Ketahanan Pangan setempat disalurkan bantuan sebesar Rp187.109.308, ditambah dukungan Rp25 juta dari Korpri Provinsi Jawa Tengah,” kata Bergas.

Selain bantuan logistik, pemerintah provinsi juga mengerahkan dukungan sarana dan prasarana untuk mempercepat surutnya banjir. Total 12 unit pompa mobile diterjunkan ke wilayah terdampak. Delapan unit berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, sementara empat unit lainnya merupakan dukungan dari BPBD kabupaten/kota, yakni dari Demak, Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Pemalang.

“Penanganan tidak hanya pompanisasi. Kami juga melakukan peninggian tanggul darurat menggunakan sandbag dengan melibatkan Pemprov Jateng, Pusdataru, DPUPR, serta TNI dan Polri,” jelas Bergas.

Ia menambahkan, banjir di Pekalongan sulit surut karena beberapa faktor yang terjadi secara bersamaan. Curah hujan yang tinggi, limpasan air dari Sungai Sengkarang dan Sungai Meduri, serta kondisi geografis wilayah yang berupa cekungan memperparah genangan.

“Kami terus berupaya maksimal agar banjir bisa segera surut dan aktivitas warga kembali normal,” ujarnya.

Dari sisi pemenuhan kebutuhan sosial, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, memastikan sejak awal pemerintah provinsi telah memberikan perhatian khusus kepada warga terdampak banjir, baik di Kota maupun Kabupaten Pekalongan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menyalurkan bantuan bernilai ratusan juta rupiah untuk korban banjir di Pekalongan,” kata Imam.

Ia merinci, bantuan tersebut meliputi kebutuhan konsumsi, dukungan dapur umum, peralatan evakuasi, selimut, serta perlengkapan keluarga bagi pengungsi. Seluruh bantuan diarahkan untuk menjaga kondisi pengungsian tetap layak dan memenuhi kebutuhan dasar warga.

“Kami ingin memastikan pengungsi tetap mendapatkan layanan yang manusiawi. Meski bersifat sementara, pengungsian harus aman dan nyaman. Bersamaan dengan itu, Pemprov Jateng terus mendorong agar banjir segera surut,” pungkasnya.(wan)

Artikel Menarik Lainnya