FOLKSTIME.ID – Potensi banjir rob di wilayah pesisir Pantai Utara Jawa Tengah diingatkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Mas Semarang menyusul fenomena supermoon yang diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir Mei 2026. Kenaikan muka air laut disebut berpotensi merendam sejumlah kawasan pesisir di Pantura Jateng.
Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, Batang hingga Pekalongan. Fenomena pasang laut tinggi tersebut diprediksi berlangsung pada akhir Mei hingga pertengahan Juni 2026.
Ketinggian pasang air laut diperkirakan mencapai 193 hingga 200 sentimeter di atas rata-rata permukaan laut. Periode pasang tertinggi diprediksi terjadi pada 19 sampai 26 Mei serta kembali muncul pada awal hingga pertengahan Juni mendatang.
Forecaster BMKG Maritim Tanjung Mas Semarang, Retna Swasti Karini mengatakan fenomena rob dipicu faktor astronomi, salah satunya supermoon yang akan terjadi pada 17 Mei 2026. Posisi bulan yang lebih dekat ke bumi disebut memperkuat gaya tarik gravitasi sehingga kenaikan muka air laut tidak dapat dihindari.
“Fenomena pasang air laut dipengaruhi faktor astronomi, termasuk supermoon. Saat posisi bulan lebih dekat dengan bumi, gaya tarik gravitasi menjadi lebih kuat dan dapat memicu kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah pesisir,” ujar Retna.
Menurut dia, wilayah yang saat ini dilaporkan mengalami pasang tertinggi berada di Batang, Sayung dan Morodemak, Kabupaten Demak. Kondisi tersebut terus dipantau karena berpotensi menyebabkan genangan rob di kawasan permukiman hingga akses jalan pesisir.
Puncak Pasang Diperkirakan Siang hingga Sore
BMKG menyebut waktu mulai pasang diprediksi terjadi mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. Adapun puncak pasang diperkirakan berlangsung pada pukul 15.00 sampai 17.00 WIB.
Retna menuturkan masyarakat pesisir diminta lebih waspada terutama saat aktivitas siang menuju sore hari. Nelayan dan warga pesisir juga diimbau rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim dari BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk tetap waspada serta terus memantau informasi resmi BMKG guna mengantisipasi dampak pasang air laut,” katanya.
Meski potensi rob meningkat, kondisi cuaca di wilayah pesisir utara Jawa Tengah disebut masih relatif aman. Tinggi gelombang tercatat berkisar antara 0,1 hingga 1,25 meter dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot.
Warga Keluhkan Jalan Tergenang Rob
Dampak rob juga mulai dikeluhkan warga di kawasan sekitar Pelabuhan Semarang, terutama di area Mercusuar. Genangan air laut disebut telah lama merendam akses jalan karena posisi muka air laut lebih tinggi dibanding daratan sekitar.
Sutrisno, warga sekitar pelabuhan mengatakan air laut sering muncul dari celah-celah jalan sehingga membuat kondisi jalan licin dan berlumut.
“Kalau rob naik, air keluar dari sela-sela jalan. Pengendara harus hati-hati karena jalannya licin dan sering menyebabkan orang jatuh,” ungkap Sutrisno.
Menurutnya, kondisi rob yang terjadi hampir setiap hari membuat aktivitas warga dan pengguna jalan menjadi terganggu. Sejumlah pengendara bahkan disebut kerap terjatuh saat melintasi ruas jalan yang tergenang.
BMKG kembali meminta masyarakat di wilayah pesisir Pantura Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob akibat fenomena supermoon yang diprediksi masih berlangsung hingga pertengahan Juni mendatang.(rin)







