BPJS Nonaktif, Pemkab Grobogan Pastikan Warga Miskin Tetap Dapat Jaminan Kesehatan

FOLKSTIME.ID – Pemerintah Kabupaten Grobogan memastikan proses pembaruan data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) terus dilakukan menyusul munculnya informasi mengenai penonaktifan sejumlah kepesertaan. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan iuran kesehatan tetap tepat sasaran dan warga yang berhak tetap mendapatkan layanan kesehatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Anang Armunanto menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Grobogan di Masjid Baitusshobur, Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan, Senin (9/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Anang menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kabar penonaktifan sebagian peserta PBI JKN. Ia meminta warga tidak panik apabila mendapati status kepesertaan tidak aktif, karena pemerintah daerah saat ini tengah melakukan proses pemutakhiran data.

“Mbok bilih wonten ingkang maos berita BPJS ora aktif, monggo tidak perlu panik. Ibu Kepala Dinas Sosial bersama tim terus bekerja lembur mengupayakan agar kepesertaan yang nonaktif bisa diaktifkan kembali, tentu melalui proses verifikasi,” ujar Anang di hadapan warga.

Menurutnya, perubahan status kepesertaan tersebut berkaitan dengan sistem pemeringkatan terbaru dalam basis data kesejahteraan nasional yang kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini menjadi acuan dalam menentukan penerima berbagai program bantuan sosial, termasuk PBI JKN.

Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Grobogan bersama pemerintah daerah saat ini tengah melakukan pemutakhiran data dan pemeriksaan langsung di lapangan (ground check) untuk memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat tercatat secara akurat.

Proses verifikasi tersebut dinilai penting agar bantuan benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Pemerintah daerah akan mengusulkan kembali warga yang memenuhi kriteria agar kepesertaan PBI JKN mereka dapat diaktifkan kembali.

“Apabila hasil verifikasi menunjukkan warga tersebut masuk kategori desil 1 hingga desil 4, maka akan kami usulkan kembali sebagai penerima PBI JKN,” kata Anang.

Selain membahas soal layanan kesehatan, Sekda juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Grobogan berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang rawan banjir atau pohon tumbang.

Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai atau saluran air, karena dapat memicu banjir saat curah hujan tinggi.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat juga diimbau menjaga ketertiban saat melaksanakan takbiran. Warga disarankan melaksanakan takbiran di rumah, musala, atau masjid. Apabila tetap menggelar takbiran keliling, kegiatan tersebut diharapkan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kepolisian.

“Pastikan kegiatan berjalan aman, tidak membawa senjata tajam, petasan, maupun sound system berlebihan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan Safari Ramadan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan beras sebanyak 250 kilogram kepada 50 warga penerima manfaat di Desa Karangpaing.

Selain itu, Baznas Kabupaten Grobogan juga memberikan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp15 juta serta bantuan biaya hidup kepada 150 mustahik dengan total nilai Rp37.500.000.

Dukungan dalam kegiatan tersebut turut datang dari berbagai pihak, di antaranya Kementerian Agama, badan usaha milik daerah, serta sejumlah lembaga lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Penawangan juga melaporkan sejumlah kegiatan sosial yang telah dilakukan. Di antaranya penyaluran bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi dua keluarga di dua desa, serta bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera dengan total nilai Rp25 juta.

Pemerintah daerah berharap kegiatan Safari Ramadan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus membuka ruang dialog langsung dengan warga.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga berupaya mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat serta memperkuat dukungan terhadap berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga di Kabupaten Grobogan.(Pemkab Grobogan)

Artikel Menarik Lainnya