FOLKSTIME.ID — Sebuah bus pariwisata dilaporkan mogok di kawasan Tanjakan Gombel, Kota Semarang, Selasa (21/4) pagi. Kendaraan tersebut kemudian diderek oleh petugas guna mencegah kemacetan yang lebih parah di jalur padat tersebut.
Bus Pariwisata Mogok Picu Kepadatan Arus
Peristiwa bus pariwisata mogok di Tanjakan Gombel terjadi sekitar pukul 07.50 WIB. Kendaraan berwarna biru dengan kombinasi kuning itu diketahui mengalami gangguan teknis saat melintasi tanjakan yang dikenal cukup curam.
Gangguan tersebut disebut berasal dari kampas kopling yang mengalami panas berlebih hingga terbakar. Akibatnya, laju kendaraan tidak dapat dilanjutkan dan harus segera diamankan dari badan jalan utama.
“Bus mogok sekitar pukul 07.50 WIB di Tanjakan Gombel. Penyebabnya kampas kopling terbakar,” ujar Kepala Seksi Operasional Dinas Perhubungan Kota Semarang, Citra Puji.
Penanganan Cepat Dilakukan Petugas
Penanganan langsung dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polrestabes Semarang yang telah bersiaga di lokasi. Bus yang mengangkut rombongan penumpang menuju kawasan Candi Golf itu kemudian dievakuasi.
Untuk menghindari kemacetan yang meluas, kendaraan tersebut diderek ke lokasi yang lebih aman dan memiliki kontur jalan yang lebih landai.
“Begitu ada kejadian, langsung diderek ke atas untuk mencari lokasi yang lebih aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” kata Citra.
Layanan Derek Difokuskan untuk Penertiban
Disebutkan bahwa layanan derek yang dimiliki Dinas Perhubungan Kota Semarang pada dasarnya difokuskan untuk penertiban kendaraan, khususnya roda empat yang melanggar aturan parkir. Penindakan biasanya dilakukan melalui penggembokan maupun penderekan.
Namun demikian, dalam kondisi tertentu seperti kejadian darurat di jalan, bantuan evakuasi kendaraan tetap dapat diberikan kepada masyarakat.
“Untuk saat ini layanan derek belum dibuka secara umum. Namun masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi call center 112 milik Pemkot Semarang atau melalui Satlantas. Nanti akan dibantu pemindahan kendaraan,” ujarnya.
Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan Pengendara
Kepadatan arus lalu lintas di kawasan Gombel disebut sedang meningkat. Hal ini tidak terlepas dari adanya perbaikan jalan di Jalan Gombel Lama yang berdampak pada pengalihan arus kendaraan.
Sebagai dampaknya, Jalan Gombel Baru untuk sementara diberlakukan sebagai jalur dua arah. Kondisi ini menyebabkan volume kendaraan meningkat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat, diimbau untuk menghindari jalur tersebut apabila tidak mendesak. Alternatif rute juga disarankan guna mengurai kepadatan.
“Pengendara dapat mencari jalur alternatif seperti melalui Tol Jatingaleh dan keluar di Exit Tol Srondol, atau sebaliknya,” kata Citra.
Arus Kembali Normal
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, arus lalu lintas di kawasan Tanjakan Gombel berangsur normal. Petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan lanjutan mengingat kondisi jalan yang masih dalam tahap perbaikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan, terutama saat melintasi jalur menanjak yang memiliki tingkat risiko tinggi.







