FOLKSTIME.ID – Aparatur pelayanan publik dituntut mampu bersikap netral, tenang, dan profesional saat menerima keluhan masyarakat. Sikap tersebut dinilai penting agar proses penyelesaian aduan berjalan efektif sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pelayanan.
Hal tersebut disampaikan oleh Service Quality Bank Mandiri wilayah Semarang, Maria Claudia Karina saat menjadi narasumber dalam kegiatan Carnaval Entrepreneur bertema Service Excellent dan Teknis Pelayanan Pengaduan yang digelar di Auditorium Politeknik Madyathika Purbalingga, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Politeknik Madyathika Purbalingga, dan Bank Mandiri. Acara tersebut diikuti mahasiswa serta masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman tentang pelayanan publik dan penanganan pengaduan.
Claudia menegaskan bahwa petugas pelayanan harus mampu mengendalikan emosi, meskipun berada dalam kondisi pekerjaan yang padat maupun tekanan situasi ketika menghadapi masyarakat yang menyampaikan keluhan.
“Sikap ketika menghadapi keluhan khalayak yang pertama tetap tenang, kemudian berikan respon, tawarkan solusi, tindak lanjuti, dan jangan salahkan khalayak,” ujarnya dalam pemaparan materi.
Menurutnya, keluhan masyarakat merupakan bagian dari dinamika pelayanan yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi yang baik dan pendekatan yang solutif menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan.
Ia juga menambahkan bahwa respon cepat dan tindak lanjut yang jelas akan membuat masyarakat merasa dihargai sekaligus meningkatkan citra lembaga pelayanan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga, R. Budi Setiawan bersama Kepala Bidang Informatika serta para admin pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata.
Direktur Politeknik Madyathika Purbalingga, Taufik Dwi Laksono menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut merupakan hasil diskusi bersama Dinkominfo Purbalingga.
Ia mengatakan, topik pelayanan prima dipilih karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kritis terhadap kualitas layanan publik.
“Yang melatarbelakangi tema hari ini karena kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan kita harus siap dengan aduan-aduannya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa, aparatur pemerintah, serta pengelola layanan publik dapat meningkatkan kemampuan dalam menangani keluhan masyarakat secara profesional, sehingga kualitas pelayanan publik di Kabupaten Purbalingga semakin baik.
Selain menjadi ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor perbankan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pelayanan publik.(Pemkab Purbalingga)







