Cetak Rekor MURI, Pemkot Semarang Layani 1.200 Pekerja Lewat Cek Kesehatan Digital Satu Sehat

Folkstime – Dalam waktu lima hari pemeriksaan kesehatan terintegrasi kepada 1.200 pekerja dari puluhan perusahaan. Hal tersebut menjadi prestasi pemerintah Kota Semarang dalam menorehkan capaian baru di bidang layanan kesehatan masyarakat dan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Penghargaan tersebut diberikan atas pencapaian pemeriksaan kesehatan terintegrasi melalui platform Satu Sehat kepada pekerja di perusahaan terbanyak dalam periode singkat, yakni 53 perusahaan selama lima hari. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menerima langsung piagam Rekor MURI pada peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar di Aula Gedung Penunjang RSUP Dr. Kariadi, Selasa (10/2/2026).

Penyerahan penghargaan turut disaksikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, jajaran Pemkot Semarang, serta perwakilan dunia usaha. Program pemeriksaan kesehatan gratis ini dilaksanakan pada 26–30 Januari 2026 dan menjadi bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan pekerja secara terstruktur dan digital.

Pemeriksaan kesehatan tersebut diselenggarakan oleh RSUP Dr. Kariadi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang. Seluruh data hasil pemeriksaan langsung terintegrasi ke dalam platform nasional Satu Sehat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai rekam medis berkelanjutan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil sinergi cepat antarorganisasi perangkat daerah dan fasilitas layanan kesehatan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan massal dalam waktu singkat.

“Ini hasil kerja cepat dan kolaboratif antara Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, serta RSUP Dr. Kariadi. Dalam lima hari, pemeriksaan kesehatan gratis bisa menjangkau puluhan perusahaan dan akhirnya mencatatkan rekor nasional,” ujar Agustina.

Agustina juga mengapresiasi dukungan Kementerian Kesehatan yang mendorong pemeriksaan kesehatan gratis dapat dilaksanakan secara masif hingga menjangkau pekerja di daerah. Ia menegaskan, Pemkot Semarang berkomitmen menjadikan layanan kesehatan sebagai bagian dari perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pekerja sektor formal.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan dini. Ia menilai deteksi kesehatan sejak awal jauh lebih efektif dibandingkan menunggu masyarakat jatuh sakit.

“Kalau menunggu sakit, biayanya lebih mahal dan kualitas hidup menurun. Tahun ini setelah diperiksa, kalau ditemukan tidak sehat harus segera diobati, dan pengobatannya juga gratis,” kata Menkes.

Pesan tersebut, menurut Agustina, menjadi perhatian serius Pemkot Semarang, khususnya terkait tindak lanjut pascapemeriksaan. Pemerintah daerah didorong tidak hanya berhenti pada skrining, tetapi juga memastikan proses pengobatan berjalan optimal.

“Pesan beliau jelas, pemeriksaan harus dilakukan rutin dan ditindaklanjuti. Kalau ditemukan sakit, harus segera diobati agar pekerja tetap produktif dan sehat,” ujarnya.

Momentum Bulan K3 dimanfaatkan Pemkot Semarang untuk menegaskan bahwa keselamatan kerja tidak dapat dipisahkan dari kesehatan pekerja. Pemeriksaan kesehatan terintegrasi dinilai mampu mendorong pencegahan penyakit, meningkatkan produktivitas, sekaligus memberikan perlindungan jangka panjang bagi tenaga kerja.

Ke depan, Pemkot Semarang berharap capaian ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain serta mendorong dunia usaha untuk semakin aktif memastikan kesehatan pekerja melalui sistem yang terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.(wan)

Artikel Menarik Lainnya