Dari Semarang ke 12 Kota, Pegadaian Antar Ratusan Pemudik Pulang Kampung

FOLKSTIME.ID —  Ngetrend sejak 1970-an, tradisi mudik telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia setiap menjelang Hari Raya Idulfitri.

Mudik atau mulih ndhisik  (bahasa Jawa) bukan sekadar mobilitas tahunan pulang ke kampung halaman, tetapi juga momentum mempererat hubungan keluarga dan menjaga ikatan dengan tanah kelahiran.

Masalahnya, mudik tak jarang membutuhkan biaya yang tinggi disetiap perjalanannya, hingga kini  berbagai pihak pun mulai menghadirkan program mudik gratis untuk membantu masyarakat tetap bisa pulang.

Seperti PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang memberangkatkan ratusan pemudik menuju berbagai tujuan dalam program Mudik Gratis 2026, pada Selasa (17/3/2026).

Program tahunan ini menjadi salah satu upaya perusahaan membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pelepasan peserta mudik gratis dipimpin langsung oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, bersama jajaran manajemen.

Pasalnya terdapat sekitar 260 pemudik diberangkatkan menggunakan sejumlah armada bus menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan sekitar 100 peserta.

Para peserta berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari mahasiswa, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga pekerja sektor informal yang berdomisili di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Program Mudik Gratis Pegadaian 2026 melayani 12 kota tujuan yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Salah satu tujuan terjauh dalam program ini adalah Bangkalan, Madura.

Aries mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum Lebaran.

“Melalui program ini, kami berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk pulang ke kampung halaman dengan fasilitas yang memadai, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, untuk memastikan kondisi peserta tetap prima selama perjalanan, Pegadaian juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, serta kondisi kesehatan dasar lainnya.

“Pemeriksaan kesehatan ini kami siapkan agar peserta benar-benar dalam kondisi siap melakukan perjalanan yang cukup panjang, antara lima hingga dua belas jam,” kata Aries.

Lebih lanjut, Aries menjelaskan bahwa setiap armada bus dilengkapi petugas pendamping yang bertugas memantau kondisi peserta dan melakukan koordinasi selama perjalanan berlangsung.

Para peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari transportasi bus berpendingin udara, konsumsi selama perjalanan termasuk makanan berbuka puasa, hingga perlengkapan berupa kaos, topi, dan suvenir.

Sementara itu, salah satu peserta, Ria Sutriani, pelaku UMKM asal Salatiga, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, agenda ini meringankan beban biaya perjalanan sekaligus memungkinkan dirinya mudik bersama anggota keluarga.

“Program ini sangat membantu kami, terutama dari sisi biaya. Saya juga bisa mengajak keluarga ikut mudik tanpa harus memikirkan ongkos perjalanan yang cukup besar,” ujarnya.

Pegadaian berharap program Mudik Gratis dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya di tahun-tahun mendatang. (Rin)

Artikel Menarik Lainnya