FOLKSTIME.ID — Percepatan penanganan jalan rusak di Semarang telah dilakukan secara masif oleh Pemerintah Kota dengan pola kerja respons cepat berbasis aduan warga, sehingga perbaikan infrastruktur lingkungan kini tidak lagi menunggu waktu lama untuk direalisasikan. Upaya ini ditunjukkan melalui pengerjaan sejumlah ruas yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu mobilitas masyarakat.
Langkah konkret tersebut telah diwujudkan melalui perbaikan ruas Jalan Kolonel RW Sugiarto yang menghubungkan kawasan Kalipancur menuju Gunungpati, setelah sebelumnya kondisi jalan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Perbaikan itu disebut telah diselesaikan dalam waktu singkat pada Selasa (28/4), sebagai bagian dari strategi percepatan penanganan jalan rusak berbasis laporan masyarakat.
Selain pada satu ruas tersebut, pengerjaan serupa juga dilakukan secara serentak di sejumlah titik lain melalui metode patching jalan, sehingga total sembilan titik perbaikan infrastruktur berhasil dituntaskan dalam hari yang sama. Model penanganan cepat ini dinilai menjadi bagian dari kebijakan prioritas dalam menjaga keamanan dan kenyamanan akses warga.
Respons Cepat Jadi Prioritas
Pola kerja berbasis kecepatan respons dan kedekatan dengan masyarakat disebut telah diterapkan dalam setiap penanganan laporan, sehingga setiap aduan yang masuk langsung diprioritaskan untuk ditindaklanjuti tanpa penundaan yang berlarut.
“Setiap laporan menjadi prioritas. Kami ingin memastikan kerusakan jalan tidak dibiarkan terlalu lama,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, pada alinea keempat ini.
Menurutnya, percepatan perbaikan jalan rusak di Semarang tidak hanya difokuskan pada jumlah titik yang ditangani, tetapi juga pada waktu penyelesaian agar dampaknya dapat segera dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
Penanganan Banjir Digenjot Bersamaan
Di sisi lain, langkah simultan juga telah dilakukan dalam penanganan persoalan banjir kota, yang selama ini menjadi tantangan utama di sejumlah wilayah. Pengerukan sedimen dilaporkan telah dilakukan di beberapa sungai strategis, termasuk Sungai Babon, Sungai Tawangmas, serta kawasan pesisir seperti Tanjung Mas dan wilayah Meteseh.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus menekan potensi genangan yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Penanganan infrastruktur air ini disebut berjalan beriringan dengan perbaikan jalan sebagai bagian dari kebijakan terpadu.
Dampak Langsung Diharapkan Dirasakan Warga
Dengan percepatan yang terus dilakukan, dampak nyata berupa peningkatan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan diharapkan dapat segera dirasakan masyarakat. Selain itu, lingkungan yang lebih tertata serta risiko genangan air yang menurun juga menjadi target utama dari kebijakan tersebut.
“Kami bergerak cepat agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat—jalan lebih aman, lingkungan lebih tertata, dan risiko genangan bisa ditekan,” tegasnya.
Kebijakan percepatan infrastruktur ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung mobilitas warga sekaligus memperkuat ketahanan kota terhadap persoalan klasik seperti jalan rusak dan banjir, yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.(tya)







