Fakultas Hukum Unwahas Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Tanamkan Nilai Empati pada Mahasiswa Hukum

FOLKSTIME.ID – Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim yang dirangkaikan dengan kultum Ramadan dan buka puasa bersama di lingkungan kampus. Kegiatan ini melibatkan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta anak-anak yatim dari masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai keislaman sekaligus membangun karakter mahasiswa hukum yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim, Dr. M. Shidqon Prabowo, SH., MH, mengatakan kegiatan santunan anak yatim menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai akademik yang menekankan pentingnya empati dan tanggung jawab sosial dalam pendidikan hukum.

Menurutnya, mahasiswa hukum perlu memahami bahwa hukum tidak hanya berkaitan dengan norma dan peraturan tertulis, tetapi juga berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan serta keadilan sosial di tengah masyarakat.

“Mahasiswa hukum perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan analisis hukum, tetapi juga dengan nilai empati dan kepedulian sosial. Dengan demikian, mereka diharapkan kelak mampu menjadi penegak hukum yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat 6 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti santunan kepada anak yatim merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai yang diajarkan dalam dunia akademik, khususnya terkait keadilan sosial dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

Selain penyerahan santunan, acara juga diisi dengan kultum Ramadan yang disampaikan Prof. Dr. Mahmutarom HR, SH., MH. Dalam ceramah singkat tersebut, ia menyoroti pentingnya integritas, kejujuran, serta sikap amanah dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan profesi hukum.

Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun sistem hukum yang adil dan dipercaya masyarakat.

“Etika, moralitas, dan integritas merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari praktik penegakan hukum di masyarakat,” ujar guru besar Fakultas Hukum tersebut.

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai etika profesi harus menjadi bagian yang melekat dalam proses pendidikan hukum di perguruan tinggi. Hal itu penting agar para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter yang kuat dalam menjalankan profesi hukum secara bertanggung jawab.

Kegiatan santunan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat memahami pentingnya peran akademisi dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Hal tersebut juga sejalan dengan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Selain memberikan manfaat bagi penerima santunan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan berbagi dan silaturahmi selama bulan Ramadan, fakultas ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

Sejumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan sosial tersebut. Mereka menilai acara santunan anak yatim dan buka puasa bersama mampu menumbuhkan rasa empati serta memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan akademik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa saat seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka tiba.

Setelah azan magrib berkumandang, seluruh peserta menikmati hidangan buka puasa bersama yang semakin mempererat rasa kekeluargaan di antara sivitas akademika fakultas dan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan hukum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan mengintegrasikan kegiatan akademik, sosial, dan keagamaan, fakultas berharap dapat melahirkan generasi sarjana hukum yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap keadilan sosial.

Ke depan, fakultas berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program akademik dan sosial yang mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan beradab. Kegiatan santunan anak yatim, kultum Ramadan, serta buka puasa bersama ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.(mus)

Artikel Menarik Lainnya