FIPP UNNES Ajak 5 Negara Bahas Isu Kontemporer Pendidikan dan Psikologi dalam Forum Internasional

FOLKSTIME.ID – Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memacu langkah menuju panggung dunia.

Pada Kamis, 19 Februari 2026 mendatang, FIPP akan menggelar FIPP International Forum 2026, forum akademik yang mempertemukan pakar dan mahasiswa dari lima negara.

Bertempat di Gedung Dekanat dan Gedung A6 FIPP UNNES, kegiatan ini diusung sebagai strategi mempercepat transformasi UNNES menjadi World Class University.

Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIPP UNNES, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyebut forum ini sebagai langkah taktis memperluas eksposur internasional melalui skema inbound.

“Kita datangkan akademisi dan mahasiswa asing ke kampus untuk membangun atmosfer akademik internasional di lingkungan FIPP,” ujar Farid dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).

Mengusung tema “Contemporary Issues on Education and Psychology”, seminar internasional ini melibatkan pembicara dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Gambia, dan Kyrgyzstan.

Uniknya, panggung utama diberikan kepada mahasiswa asing yang tengah menempuh studi di UNNES serta Mahasiswa Berprestasi (Mapres) internal FIPP.

Para peserta akan membedah isu-isu terkini pendidikan dan psikologi dari sudut pandang negara masing-masing.

Farid menegaskan, keterlibatan mahasiswa sebagai aktor utama merupakan investasi jangka panjang.

“Ini krusial untuk melatih keterampilan berbicara di level global. Mahasiswa kita butuh portofolio dan pengalaman riil tampil di forum internasional,” imbuhnya.

Ketua Panitia FIPP International Forum 2026, Dr. Wulan Aulia Azizah, M.Pd., memastikan kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni.

Selain seminar, agenda juga mencakup guest lecture dari pakar asal Malaysia serta program pertukaran mahasiswa.

“Internasionalisasi tidak boleh berhenti pada kehadiran tamu luar negeri. Harus berlanjut pada kolaborasi konkret seperti joint research, publikasi bersama, hingga mobilitas mahasiswa,” kata Wulan.

Salah satu capaian strategis yang dibidik adalah peningkatan level kerja sama. FIPP UNNES berencana menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) dengan mitra di Malaysia ke tahap Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA).

Langkah ini juga mencakup skema transfer kredit (credit transfer), sehingga mata kuliah yang diambil mahasiswa asing di UNNES dapat diakui secara resmi di kampus asal mereka.

“Forum ini adalah langkah strategis untuk memperkuat eksposur internasional FIPP secara berkelanjutan,” pungkas Wulan.

Artikel Menarik Lainnya