Folkstime.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghadiri kegiatan haul Almarhum R.KH. Abdul Hamid Itsbat di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al-Hamidy Banyuanyar, Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/3).
Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua BASSRA RKH Moh Rofi’i Baidhowi, Kapolda Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, para bupati se-Madura, serta sejumlah kiai sepuh dari Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan Sampang.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait penguatan ketahanan pangan nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu program yang disampaikan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Menko Pangan juga menyinggung dinamika geopolitik global yang tengah berkembang, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan pangan nasional.
“Pemerintah sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, meskipun ada konflik di sejumlah kawasan, kondisi pangan nasional tetap aman dan terkendali,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak jauh hari dengan mempercepat program peningkatan produksi serta penguatan swasembada pangan.
Menurutnya, sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, hingga garam saat ini berada dalam kondisi yang aman. Produksi beras nasional bahkan disebut mencapai lebih dari 4,2 juta ton per tahun, sementara pasokan bahan baku impor seperti gandum juga masih terjaga.
Melalui kegiatan silaturahmi dengan para ulama dan tokoh pesantren tersebut, pemerintah berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat. (Rin)






