FOLKSTIME.ID – Langit Kota Semarang itu tampak kelabu. Hujan turun cukup deras sejak sore hari, membasahi halaman Balai Kota. Namun cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat ratusan anak panti asuhan dan pondok pesantren untuk hadir dalam kegiatan berbagi di bulan Ramadan.
Di tengah rintik hujan yang masih turun, ratusan anak tampak duduk Hall Balai Kota Semarang. Wajah-wajah ceria mereka menunjukkan antusiasme mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar di halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (7/3/2026).
Sebanyak 464 anak dari 20 panti asuhan dan pondok pesantren di Kota Semarang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dengan penuh harapan, tidak hanya untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga merasakan kebersamaan dan perhatian dari masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut digagas oleh komunitas Ikatan Pendukung Acara Pernikahan Semarang (Ipapis), sebuah komunitas yang beranggotakan para pelaku usaha di sektor pernikahan di Kota Semarang.
Ketua Ipapis, Dimas Haryo Prasetyo, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian para pelaku usaha wedding terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum bagi para vendor untuk berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi vendor-vendor wedding, khususnya wedding tradisional di Semarang, untuk mengadakan acara buka bersama dengan adik-adik panti asuhan. Total ada 464 anak dari 20 pondok pesantren dan panti asuhan yang hadir di Balai Kota Semarang,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan sekitar 50 vendor wedding yang berpartisipasi secara sukarela.
Bentuk kontribusi yang diberikan pun beragam. Tidak hanya berupa donasi uang, tetapi juga dukungan dalam bentuk logistik dan penyediaan kebutuhan acara.
“Donasi berasal dari teman-teman vendor wedding di Semarang. Ada sekitar 50 vendor yang berkolaborasi. Ada yang memberikan donasi uang tunai, ada yang membantu menyediakan makanan, perlengkapan acara, hingga dukungan logistik lainnya,” jelas Dimas.
Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong di antara para pelaku usaha yang biasanya berkecimpung di dunia pernikahan, namun kali ini bersatu untuk kegiatan sosial.
Tidak hanya menikmati hidangan berbuka puasa bersama, para peserta juga menerima berbagai bantuan.
Panitia membagikan santunan berupa uang tunai, perlengkapan sekolah, serta bingkisan makanan untuk berbuka puasa dan takjil.
Bagi anak-anak panti asuhan, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti. Selain membantu kebutuhan sehari-hari, santunan tersebut juga memberikan motivasi dan kebahagiaan di tengah bulan Ramadan.
“Bantuannya berupa uang tunai, alat sekolah, dan juga bingkisan untuk buka puasa serta takjil,” tambah Dimas.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika waktu berbuka puasa tiba. Anak-anak dengan tertib menikmati hidangan yang telah disediakan, sementara para relawan dan vendor yang hadir ikut mendampingi mereka.
Dimas berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Menurutnya, selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antar pelaku usaha wedding di Kota Semarang.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Selain mempererat persaudaraan antar vendor di Semarang, ini juga menjadi wujud kepedulian kami kepada adik-adik dan saudara-saudara kita,” katanya.
Ia menilai Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Semarang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi di bulan Ramadan merupakan langkah positif yang patut didukung.
“Kegiatan Ramadan berbagi ini sangat baik. Kita berbagi dengan adik-adik panti asuhan, dan semoga Ramadan kali ini membawa berkah, tidak hanya untuk mereka yang hadir di sini, tetapi juga bagi masyarakat Kota Semarang,” ujarnya wanita yang akrab disapa Iin tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi dari Wali Kota Semarang terhadap kegiatan yang diselenggarakan komunitas Ipapis tersebut.
Menurutnya, pemerintah kota mendukung berbagai kegiatan sosial yang melibatkan komunitas dan pelaku usaha.
“Beliau mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Ipapis. Harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan setahun sekali, tetapi juga bisa hadir dalam berbagai kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.
Iin menambahkan, kolaborasi antara komunitas usaha dan pemerintah daerah menjadi contoh positif dalam membangun kepedulian sosial di masyarakat.
Momentum Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk menjalankan ibadah puasa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
“Di bulan Ramadan ini kita tidak hanya menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menunjukkan kepedulian kepada sesama dengan berbagi. Itu adalah hal yang luar biasa,” pungkasnya.
Di tengah hujan yang sempat mengguyur Kota Semarang, kegiatan buka puasa bersama tersebut justru menghadirkan kehangatan tersendiri. Bagi ratusan anak panti asuhan yang hadir, sore itu bukan sekadar waktu berbuka puasa, tetapi juga momen merasakan perhatian, kebersamaan, dan kasih sayang dari banyak pihak. (tya)







