FOLKSTIME.ID – Peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang resmi dibuka oleh Pemerintah Kota Semarang melalui rangkaian kegiatan terpadu yang dipusatkan di Balai Kota, Selasa pagi. Sejak awal pelaksanaan, fokus peringatan diarahkan pada penyediaan layanan publik berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Berbagai agenda telah disiapkan dan diintegrasikan dalam satu rangkaian, mulai dari pameran perikanan (fisheries expo), sarasehan, hingga lomba masak berbahan dasar ikan. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus penguatan program berbasis kebutuhan masyarakat.
Sejak hari pertama, manfaat langsung telah dirasakan warga melalui layanan gratis di sektor transportasi, kesehatan, dan pendidikan. Langkah ini ditempuh agar peringatan Hari Jadi Kota Semarang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi memberi dampak konkret bagi kehidupan masyarakat luas.
Layanan Publik Jadi Prioritas Utama
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa pendekatan peringatan tahun ini sengaja diubah dengan menitikberatkan pada efisiensi dan manfaat nyata.
“Tahun ini kita memilih pendekatan yang lebih efisien. Perayaan tidak difokuskan pada kegiatan seremonial besar, tetapi diarahkan menjadi gerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Konsep peringatan, lanjutnya, telah dirumuskan sebagai bentuk “kado” bagi warga Kota Semarang.
“Intinya, peringatan hari jadi ini kita wujudkan sebagai gerakan bersama. Peduli lingkungan, peduli pendidikan, dan menghadirkan layanan publik yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.
Transportasi dan Kesehatan Disiapkan Gratis
Di sektor transportasi, layanan Bus Rapid Transit (BRT) gratis telah disiapkan pada jam-jam tertentu. Program ini akan dilengkapi dengan pembagian susu dan roti bagi penumpang pagi hari yang berlangsung pada 1 hingga 5 Mei 2026.
Kepala Dinas Perhubungan, Danang Kurniawan, menyebutkan bahwa pembagian tersebut akan dilakukan di sejumlah titik keberangkatan utama.
“Warga Kota Semarang yang menggunakan BRT pada pagi hari dari halte Simpang Lima, halte Pemuda, maupun Terminal Cangkiran akan mendapatkan susu dan roti gratis,” jelasnya.
Sementara itu, di bidang kesehatan, layanan pemeriksaan gratis telah disediakan oleh Dinas Kesehatan berupa scaling gigi serta skrining kesehatan perempuan. Pelaksanaan program ini dijadwalkan berlangsung pada 13–18 April 2026 di puskesmas dan sejumlah rumah sakit dengan kuota ribuan peserta.
Akses Pendidikan dan Dukungan UMKM Diperluas
Pada sektor pendidikan, akses belajar turut diperluas melalui program 133 sekolah swasta gratis. Selain itu, program homeschooling juga disiapkan bagi anak berkebutuhan khusus yang belum mendapatkan akses pendidikan formal.
Penguatan ekonomi lokal juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Melalui fisheries expo dan festival kuliner, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor perikanan difasilitasi untuk mempromosikan produk unggulan mereka.
Salah satu pelaku UMKM, Dwi, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan peluang besar untuk memperluas pasar.
“Kami merupakan UMKM binaan Dinas Perikanan. Produk kami berbasis olahan ikan dan saat ini sudah dipasarkan di berbagai pusat oleh-oleh di Kota Semarang,” ujarnya.
Selain promosi, kegiatan lomba masak ikan dan sarasehan juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi masyarakat terkait pentingnya konsumsi produk perikanan lokal.
Gerakan Lingkungan Jadi Sorotan Puncak Acara
Pada puncak peringatan yang akan digelar 2 Mei 2026, gerakan peduli lingkungan akan turut dihadirkan. Program penukaran botol plastik dengan berbagai insentif telah disiapkan, termasuk produk lokal dan bibit tanaman.
Melalui program tersebut, partisipasi masyarakat diharapkan dapat ditingkatkan dalam upaya pengurangan sampah plastik sekaligus penghijauan lingkungan.
Rangkaian kegiatan peringatan akan ditutup dengan doa bersama serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh berprestasi di Kota Semarang.
Agustina berharap seluruh agenda yang telah dirancang dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Kesejahteraan itu berarti masyarakat merasa aman, tenteram, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik di Kota Semarang,” pungkasnya.(tya)







