FOLKSTIME.ID – Hari kedua gelaran Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di Atrium The Park Mall, Kota Semarang, Sabtu (28/2/2026), berlangsung semarak. Para Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang mayoritas merupakan istri bupati dan wali kota, tampil percaya diri di panggung peragaan busana dengan balutan busana muslim karya desainer lokal.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir dan menyaksikan langsung peragaan tersebut, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para Ketua Dekranasda. Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi bukti nyata dukungan terhadap penguatan produk UMKM daerah.
“Kami melihat ini sebagai bentuk seni yang lahir dari masyarakat Jawa Tengah dan diwujudkan melalui karya UMKM,” ujarnya seusai acara.
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai, keberanian para istri kepala daerah mengenakan karya desainer lokal dengan sentuhan kearifan budaya masing-masing daerah patut diapresiasi. Ia berharap ajang D’Modifest mampu menjadi panggung lebih luas bagi desainer Jawa Tengah untuk menembus pasar nasional hingga internasional.
“Ibu-ibunya keren,” katanya singkat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa D’Modifest 2026 tidak hanya dimaknai sebagai ajang pameran produk fesyen muslim. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang membangun kepercayaan diri pelaku UMKM sekaligus sarana edukasi.
“Harapannya bukan hanya tempat pameran, tetapi satu wahana untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan proses kurasi secara ilmiah. Dengan demikian, pelaku usaha dapat saling belajar dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Salah satu peserta peragaan busana, Gadis Sephi Febriana, mengaku terkesan dapat tampil bersama para Ketua Dekranasda se-Jawa Tengah. Istri Wali Kota Tegal tersebut menyebut pengalaman itu menjadi tantangan tersendiri baginya.
“Deg-degan karena pengalaman baru dengan ibu-ibu Ketua Dekranasda se Jawa Tengah,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, event seperti D’Modifest berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM, termasuk dari Kota Tegal agar dapat terus berpartisipasi.
Partisipasi tidak hanya datang dari kalangan pejabat daerah. Stan dari Akademi Komunitas BPPMNU Banat (Aknuba) Kudus turut meramaikan acara. Dua mahasiswa jurusan Tata Busana, Ayumi Maesya Khoolidyyah dan Nia Faradiska, menghadirkan koleksi bertema “Arcatura” yang terinspirasi dari arsitektur candi.
“Jadi kami mengangkat tema nusantara, melalui ukiran dan bordir-bordir Nusantara,” jelas Ayumi.
Keduanya berharap semakin banyak sekolah dan akademi yang dilibatkan dalam D’Modifest di masa mendatang, sehingga ruang ekspresi bagi talenta muda di bidang fesyen semakin terbuka.
Selain peragaan busana, hari kedua D’Modifest 2026 juga dimeriahkan Lomba Band tingkat SMA/SMK serta talkshow bertajuk “Opini (Obrolan Perempuan Terkini), Dari Hati ke Karya: Spirit Ramadhan dan Produk Lokal”.
Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin, Sekjen Dekranas Pusat Reni Yanita, Ketua Dekranasda Jepara Ella Witiarso, Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono, serta Konsultan UMKM Indonesia Prima Diah Yusuf.
Dalam rangkaian acara tersebut, Wakil Gubernur mendampingi Nawal Arafah Yasin menyerahkan penghargaan Inacraft 2026 kepada 18 Dekranasda kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan capaian dalam pengembangan kerajinan daerah.
Melalui D’Modifest 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Dekranasda berkomitmen mendorong pelaku UMKM fesyen muslim dan kerajinan lokal agar semakin kompetitif. Kegiatan ini diharapkan menjadi ekosistem yang mempertemukan desainer, perajin, akademisi, hingga pemerintah dalam satu panggung kolaboratif.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan pengunjung, D’Modifest 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat branding produk lokal Jawa Tengah sekaligus memperluas akses pasar di era ekonomi kreatif.(tya)







