Sejumlah fresh graduate Generasi Z yang mengikuti Unnes Career Expo 2026 mengaku masih kesulitan memperoleh pekerjaan

Sejumlah fresh graduate Generasi Z yang mengikuti Unnes Career Expo 2026 mengaku masih kesulitan memperoleh pekerjaan

FOLKSTIME.ID – Janji penyediaan 19 juta lapangan kerja kembali dipertanyakan setelah sejumlah fresh graduate Generasi Z mengaku masih mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan meski ratusan lowongan telah dibuka dalam Unnes Career Expo 2026 di Semarang. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan persaingan kerja masih berlangsung ketat, terutama bagi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman.

Bursa kerja yang diselenggarakan selama dua hari itu dipadati ribuan pencari kerja dari berbagai daerah. Sebanyak 32 perusahaan nasional membuka ratusan formasi yang dapat dilamar oleh lulusan berbagai disiplin ilmu. Namun, kesempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi pelamar dinilai masih terbatas sehingga proses seleksi tetap harus dihadapi dengan persaingan tinggi.

Fenomena sulitnya memperoleh pekerjaan juga dirasakan lulusan baru yang hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah peserta mengaku memanfaatkan career expo sebagai peluang bertemu langsung dengan perusahaan setelah sebelumnya berkali-kali mengirim lamaran melalui berbagai platform pencarian kerja.

“Saya sangat kecewa. Waktu disampaikan ada 19 juta lapangan kerja, ekspektasinya tentu besar. Ternyata yang saya rasakan tetap saja masih sulit mencari pekerjaan. Di sini saya baru tertarik pada dua perusahaan, yaitu Transcosmos dan Pura Group karena pekerjaannya berkaitan dengan pihak asing sesuai jurusan saya,” kata Hafsyah Zata, lulusan Sastra Prancis Universitas Negeri Semarang angkatan 2026, saat ditemui dalam Unnes Career Expo 2026, Rabu (8/7/2026).

Peluang Kerja Dinilai Belum Sesuai Kompetensi

Hafsyah mengatakan dirinya baru pertama kali mengikuti job fair secara langsung. Perusahaan yang menjadi incarannya merupakan perusahaan yang memiliki hubungan dengan mitra internasional sehingga dinilai sejalan dengan kemampuan bahasa asing yang dimilikinya.

Persyaratan dari perusahaan yang diminati telah dipelajari dan lamaran akan segera dikirimkan setelah seluruh dokumen disiapkan. Menurutnya, lowongan yang benar-benar sesuai dengan latar belakang pendidikan bahasa asing masih belum banyak ditemukan.

“Kesempatan kerja yang sesuai jurusan saya memang masih terbatas, sehingga harus lebih selektif memilih perusahaan yang benar-benar relevan dengan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Kesediaan untuk bekerja di luar daerah juga telah dipersiapkan apabila peluang tersebut tersedia. Penghasilan minimal setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) serta lingkungan kerja yang mendukung pengembangan karier disebut menjadi pertimbangan utama dalam memilih pekerjaan.

Harapan Serupa Disampaikan Fresh Graduate Lain

Pengalaman serupa juga disampaikan Mila Dia Ki Ahmas, lulusan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang asal Pemalang. Bursa kerja tersebut dimanfaatkan untuk memperluas peluang setelah beberapa kali mengirim lamaran melalui aplikasi pencari kerja.

“Saya fresh graduate sehingga datang ke sini untuk melihat peluang pekerjaan. Sebelumnya sudah beberapa kali melamar, bahkan pernah dipanggil wawancara dan memperoleh offering letter, tetapi masih saya pertimbangkan dari sisi lokasi, jarak, dan besaran gajinya,” ujar Mila.

Menurutnya, penyelenggaraan job fair secara langsung memberikan keuntungan karena pelamar dapat memperoleh informasi secara rinci sekaligus berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan.

“Dengan adanya job fair seperti ini tentu sangat membantu para fresh graduate dan job seeker. Saya juga berharap bisa mendapatkan lingkungan kerja yang positif dan mendukung. Untuk gaji, minimal sesuai UMK di daerah penempatan,” katanya.

Lebih dari 3.000 Pencari Kerja Hadir

Ketua LP3 Universitas Negeri Semarang, Rodiyah, mengatakan Unnes Career Expo 2026 diikuti 32 perusahaan nasional dengan sekitar 350 formasi pekerjaan. Setiap formasi disebut memiliki kebutuhan tenaga kerja lebih dari lima orang, bahkan terdapat perusahaan yang membuka peluang rekrutmen hingga sekitar 1.200 tenaga kerja sesuai kebutuhan masing-masing.

“Kegiatan ini merupakan salah satu strategi LP3 Unnes untuk menjembatani kebutuhan perusahaan dengan para alumni serta masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Kami menghadirkan perusahaan yang memang membutuhkan lulusan sesuai kompetensi yang dimiliki,” jelas Rodiyah.

Ia menyampaikan lebih dari 3.000 peserta telah melakukan konfirmasi kehadiran melalui sistem pendaftaran yang disiapkan panitia selama pelaksanaan Unnes Career Expo 2026.

“Harapan kami seluruh peserta memperoleh kesempatan bekerja sesuai kompetensinya. Tahun depan kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung lebih besar dengan jumlah perusahaan yang semakin banyak, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” pungkasnya.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Kebakaran hebat menghanguskan gudang mebel antik dan kayu jati di RT 08 RW 02, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Minggu (5/7) malam. Kobaran api yang cepat membesar membuat atap bangunan berukuran sekitar 40 x 15 meter itu ambruk. Api dilaporkan muncul sekitar pukul 18.40 WIB dan diduga berasal dari bagian belakang gudang. Banyaknya material kayu membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Hingga sekitar pukul 20.00 WIB, petugas masih melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Komandan Regu Damkar Semarang Timur, Budiono, mengatakan material kayu di dalam gudang menjadi kendala utama saat pemadaman. Sementara itu, Lurah Mangunharjo, Dian Eko Prapti Wulandari, menyebut penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Api sempat menyambar bagian pojok rumah di samping gudang, namun berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke permukiman. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kerugian masih didata dan diperkirakan mencapai nilai yang cukup besar. #semarang #kebakaran #tembalang #info #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *