Jawa Tengah Siapkan Mega Farm Sapi Perah 710 Hektare di Brebes, Digadang Jadi Terbesar di Indonesia

FOLKSTIME.ID – Rencana pembangunan kawasan peternakan terintegrasi berskala raksasa di Kabupaten Brebes telah disiapkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Proyek yang dikenal sebagai mega farm sapi perah Brebes tersebut dirancang di atas lahan seluas 710 hektare dan diproyeksikan menjadi pusat produksi susu terbesar di Indonesia.

Dalam skema pengembangan investasi peternakan sapi perah Jawa Tengah, proyek ini akan melibatkan ribuan tenaga kerja, peternak, serta rantai pasok pakan berbasis pertanian lokal. Pemerintah daerah disebut telah memberikan dukungan penuh karena dinilai selaras dengan agenda swasembada pangan.

Dukungan terhadap pembangunan mega farm sapi perah Brebes tersebut telah disampaikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam pertemuan dengan pihak Kementerian Pertanian dan investor di Semarang. Dalam kesempatan tersebut, arah kebijakan pangan daerah kembali ditekankan sebagai prioritas utama pembangunan.

“Pemerintah provinsi sangat mendukung. Brebes harus didorong agar memiliki daya saing yang kuat,” ujar Ahmad Luthfi, yang pernyataannya disampaikan dalam forum audiensi tersebut.

Dukungan Investasi Difokuskan untuk Swasembada Susu

Pada perencanaan investasi peternakan sapi perah Jawa Tengah, sektor susu telah dimasukkan dalam prioritas strategis RPJM 2026. Dengan demikian, berbagai investasi yang mendukung peningkatan produksi dalam negeri disebut akan difasilitasi secara terbuka oleh pemerintah daerah.

Ditegaskan pula bahwa kondisi Jawa Tengah dinilai telah memenuhi berbagai aspek pendukung investasi, seperti keamanan wilayah, kepastian hukum, serta kemudahan proses perizinan. Selain itu, ketersediaan tenaga kerja juga dinilai kompetitif.

“Fokus pembangunan tahun 2026 telah diarahkan pada swasembada pangan, termasuk susu,” ungkap Ahmad Luthfi, yang kembali menegaskan arah kebijakan tersebut.

Mega Farm Diproyeksikan Jadi Terbesar Nasional

Sementara itu, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa proyek mega farm sapi perah Brebes tersebut berpotensi menjadi yang terbesar di Indonesia. Kapasitas populasi ternak diproyeksikan mencapai lebih dari 30.000 ekor sapi perah dalam satu kawasan terpadu.

“Apabila terealisasi, ini akan menjadi peternakan terbesar dalam satu hamparan di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal PKH, Agung Suganda.

Saat ini, kapasitas peternakan sapi perah terbesar yang ada di Indonesia masih berada di kisaran 20.000 ekor dalam satu lokasi. Dengan hadirnya proyek ini, peningkatan kapasitas produksi nasional susu diharapkan dapat terdorong signifikan.

Kontribusi Produksi Susu Nasional Ditargetkan Naik

Produksi susu nasional yang saat ini masih berada di angka sekitar 1 juta ton per tahun dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan domestik yang mencapai sekitar 4,7 juta ton. Dengan kondisi tersebut, ketergantungan impor masih berada pada level tinggi.

Melalui pengembangan investasi peternakan sapi perah Jawa Tengah, kontribusi produksi nasional diproyeksikan dapat meningkat hingga 18 persen. Bahkan, Jawa Tengah dinilai berpotensi naik peringkat dalam produksi susu nasional.

“Ketergantungan impor masih sekitar 80 persen, sehingga proyek ini akan sangat membantu,” jelas Agung Suganda.

Lebih lanjut, posisi Jawa Tengah yang saat ini berada di peringkat ketiga produksi susu nasional diperkirakan dapat meningkat menjadi peringkat kedua seiring beroperasinya proyek tersebut.

Konsep Terintegrasi dan Teknologi Modern Diterapkan

Pengembangan kawasan mega farm sapi perah Brebes tersebut akan dilakukan dengan konsep peternakan modern berbasis teknologi. Sistem terintegrasi dari hulu ke hilir akan diterapkan dalam operasionalnya.

Dalam konsep tersebut, limbah peternakan akan diolah menjadi energi biogas, sementara residunya akan dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Sistem daur ulang air juga akan diterapkan untuk mendukung efisiensi sumber daya.

“Proyek ini bukan hanya peternakan, tetapi ekosistem terintegrasi,” ujar perwakilan pengembang, Ihsan Mulia Putri.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti pabrik pakan, pengolahan susu, serta kawasan pertanian jagung juga akan dibangun untuk memastikan keberlanjutan produksi.

Target Produksi dan Dampak Ekonomi

Dalam perencanaan teknis, populasi sapi perah diproyeksikan mencapai sekitar 28.000 ekor dengan produksi susu hingga 180.000 ton per tahun. Angka tersebut disebut akan memberikan dampak signifikan terhadap pasokan susu nasional.

Dari sisi ekonomi lokal, keterlibatan masyarakat juga akan diperluas. Sekitar 5.000 petani disebut akan dilibatkan dalam penyediaan pakan, sementara sekitar 8.000 peternak akan digandeng dalam pengembangan usaha sapi perah.

“Pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dari proyek ini,” tegas pihak pengembang.

Tahapan Pembangunan Dimulai 2026

Tahapan awal pembangunan mega farm sapi perah Brebes dijadwalkan dimulai pada Juni 2026. Proses konstruksi ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2027, sebelum akhirnya produksi perdana dilakukan pada Desember 2027.

Dengan jadwal tersebut, proyek ini diharapkan dapat segera memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan susu nasional yang terus meningkat setiap tahun.

Dukungan Pemerintah Daerah Brebes

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, turut menyampaikan dukungan terhadap proyek strategis tersebut. Investasi berskala besar ini dinilai akan membawa dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kesempatan ini sangat besar dan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain membuka lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat serta penguatan sektor peternakan daerah juga diharapkan dapat tercapai melalui implementasi proyek tersebut.(mus)

Artikel Menarik Lainnya