FOLKSTIME.ID — Penyelenggaraan Salat Idulfitri di kawasan heritage Lawang Sewu kembali dilaksanakan untuk kedua kalinya oleh PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) dengan antusiasme masyarakat yang tinggi sejak pagi hari.
Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga mengandung nilai spiritual, budaya, serta kebersamaan yang semakin diminati oleh masyarakat luas, khususnya pada momentum Hari Raya Idulfitri.
Antusiasme Jamaah Meningkat
Sebanyak 800 jamaah tercatat hadir untuk melaksanakan Salat Idulfitri di kawasan Lawang Sewu, yang sejak pagi telah dipadati oleh masyarakat yang datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga menikmati suasana bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang.
Akses masuk gratis diberikan hingga pukul 08.30 WIB, sehingga masyarakat dapat mengikuti ibadah dengan lebih mudah tanpa terbebani biaya, dan kebijakan ini dinilai efektif dalam meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan keagamaan di ruang terbuka bersejarah.
Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator bahwa fungsi Lawang Sewu kini semakin luas, tidak hanya sebagai objek wisata sejarah tetapi juga sebagai ruang publik yang memiliki makna sosial dan spiritual.
“Kami sangat bersyukur atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti Salat Idulfitri di Lawang Sewu untuk kedua kalinya, hal ini menjadi bukti bahwa Lawang Sewu tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang kebersamaan yang bermakna bagi masyarakat,” ujarnya.
Target Kunjungan Lebaran Dikejar
Selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung dari 13 Maret hingga 30 Maret, jumlah kunjungan ke Lawang Sewu ditargetkan mencapai 50.146 pengunjung, yang diharapkan dapat melampaui capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Hingga 20 Maret 2026, jumlah pengunjung telah mencapai 6.109 orang, dan angka tersebut menunjukkan tren positif yang terus meningkat seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
Optimisme terhadap pencapaian target tersebut disampaikan seiring dengan meningkatnya minat wisata berbasis heritage yang dikombinasikan dengan kegiatan tematik, sehingga daya tarik kawasan Lawang Sewu dinilai semakin kuat di kalangan wisatawan domestik.
“Kami optimistis target kunjungan selama Angkutan Lebaran tahun ini dapat tercapai, bahkan terlampaui,” kata Raden Agus.
Operasional Kembali Normal
Setelah pelaksanaan Salat Idulfitri, operasional kunjungan wisata di Lawang Sewu kembali diberlakukan secara normal mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati destinasi tersebut di hari yang sama.
Harga tiket masuk tetap dipertahankan dengan tarif mulai dari Rp10.000, yang dinilai terjangkau bagi berbagai kalangan, sehingga akses terhadap wisata heritage tetap terbuka luas tanpa hambatan ekonomi yang signifikan.
Komitmen Pengembangan Wisata
KAI Wisata menegaskan bahwa inovasi akan terus dilakukan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan, inklusif, dan memiliki nilai tambah, terutama dalam menggabungkan unsur sejarah dengan aktivitas yang relevan bagi masyarakat modern.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Lawang Sewu sebagai salah satu destinasi wisata heritage unggulan di Indonesia, yang tidak hanya menarik dari sisi arsitektur dan sejarah, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang semakin berkembang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan berharap Lawang Sewu tetap menjadi pilihan utama destinasi wisata heritage di Indonesia,” tutupnya.(tya)







