Lawang Sewu Kembali Jadi Lokasi Salat Iduladha 2026, Ribuan Jamaah Bakal Beribadah di Ikon Heritage Semarang

FOLKSTIME.ID — Kawasan heritage Lawang Sewu kembali dijadikan lokasi pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah untuk kedua kalinya pada Rabu (27/5/2026). Ibadah salat Iduladha tersebut akan digelar di halaman tengah bangunan bersejarah itu dan dibuka gratis untuk masyarakat umum.

Pelaksanaan Salat Iduladha di Lawang Sewu dijadwalkan dimulai pukul 05.30 WIB hingga 08.00 WIB. Ribuan jamaah dari Kota Semarang dan sekitarnya diundang hadir tanpa proses pendaftaran sebelumnya untuk mengikuti ibadah di kawasan heritage yang telah berdiri sejak 1904 tersebut.

Kegiatan Salat Iduladha di Lawang Sewu kembali diselenggarakan oleh PT Kereta Api Pariwisata atau KAI Wisata sebagai pengelola kawasan. Pembukaan ruang ibadah di ikon wisata sejarah Kota Semarang itu disebut sebagai bagian dari upaya mendekatkan kawasan heritage dengan kehidupan masyarakat.

Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata, Moedji Setiono mengatakan, Lawang Sewu tidak hanya dipertahankan sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga dihidupkan melalui berbagai kegiatan sosial dan spiritual masyarakat.

“Di Lawang Sewu, sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dirasakan dan dihidupkan bersama melalui momen-momen sakral seperti ini. Kami sangat bersyukur dapat kembali menyelenggarakan Salat Iduladha di Lawang Sewu untuk kedua kalinya,” kata Moedji Setiono dalam siaran pers, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, penyelenggaraan Salat Iduladha di kawasan heritage tersebut menunjukkan bahwa Lawang Sewu masih memiliki relevansi kuat di tengah masyarakat modern. Kehadiran kegiatan keagamaan di bangunan bersejarah itu juga dinilai mampu memperkuat nilai kebersamaan sekaligus pelestarian budaya.

“Ini menunjukkan bahwa kawasan heritage ini terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan tidak pernah kehilangan relevansinya di setiap zaman,” ujarnya.

Kawasan Heritage Jadi Ruang Ibadah Masyarakat

Moedji menyebutkan, komitmen untuk membuka akses kawasan heritage kepada masyarakat terus dijaga oleh KAI Wisata. Lawang Sewu disebut tidak hanya difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah, namun juga sebagai ruang publik yang memiliki nilai sosial dan spiritual.

“Penyelenggaraan Salat Iduladha di Lawang Sewu juga menjadi wujud nyata bahwa KAI Wisata sebagai pengelola selalu berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan Lawang Sewu diharapkan dapat terus memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam momentum ibadah keagamaan.

“Lawang Sewu adalah milik masyarakat, dan kami ingin memastikan bahwa kawasan ini terus bermanfaat dan bernilai dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek spiritual,” ucapnya.

Penyelenggaraan Salat Iduladha di kawasan heritage tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap bangunan bersejarah yang menjadi bagian identitas bangsa.

Salat Iduladha Lawang Sewu Diharapkan Jadi Tradisi Tahunan

Management Lawang Sewu menyatakan kegiatan serupa akan terus dibuka untuk masyarakat pada tahun-tahun berikutnya. Tradisi Salat Iduladha di kawasan heritage itu diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang dinantikan warga.

“Kami berharap Salat Iduladha di Lawang Sewu dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut dan dirindukan masyarakat setiap tahunnya,” ujar Moedji.

Menurut dia, kawasan Lawang Sewu akan terus dihadirkan sebagai ruang hidup bagi masyarakat, baik untuk kegiatan sejarah, wisata, maupun aktivitas spiritual dan silaturahmi.

“Lawang Sewu akan selalu menjadi ruang yang hidup, ruang yang terus memberi makna bagi siapa saja yang datang, baik untuk mengenang sejarah maupun untuk beribadah dan bersilaturahmi,” katanya.

Salat Iduladha 1447 H di Lawang Sewu akan dilaksanakan di halaman tengah kawasan yang berlokasi di Jalan Pemuda Nomor 160, Kota Semarang. Kegiatan tersebut dibuka tanpa dipungut biaya bagi seluruh jamaah.(tya)

@folkstime.id

Folkstime.id- Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang pada Jumat (15/5/2026) petang membuat sungai Silandak, Semarang Barat tak mampu menampung air. Hingga meluap ke rumah warga. #banjir #banjirsemarang #semarang #sungaisilandak #sungaimeluap

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya