FOLKSTIME.ID – Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah diproyeksikan menghadapi tekanan besar. Sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke provinsi ini selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Di saat bersamaan, sedikitnya 69 titik jalur nasional teridentifikasi rawan kemacetan dan bencana hidrometeorologi.
Data tersebut disampaikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) dalam paparan kesiapan infrastruktur menjelang puncak mudik, Jumat (27/2/2026), di Kabupaten Semarang. Pemetaan dilakukan menyusul tingginya potensi lonjakan kendaraan dan cuaca ekstrem yang dalam beberapa waktu terakhir memicu banjir serta longsor di sejumlah wilayah.
Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menyebutkan 46 titik rawan kemacetan tersebar di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Titik tersebut umumnya berada di kawasan pasar tradisional, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, hingga akses keluar-masuk jalan tol.
“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujar Iqbal dalam keterangannya.
Menurut dia, jalur Pantura menjadi koridor paling vital karena menampung kendaraan jarak jauh dari arah barat menuju timur Pulau Jawa, termasuk angkutan logistik dan bus antarkota. Kepadatan lalu lintas diperkirakan meningkat pada H-3 hingga H+3 Lebaran.
Selain potensi macet, BBPJN juga mengidentifikasi 23 titik rawan bencana yang terdiri atas 14 lokasi rawan banjir dan 9 lokasi rawan longsor. Sejumlah ruas di Kota Semarang dan sekitarnya masuk daftar rawan genangan, antara lain Jalan Kaligawe, ruas Sayung perbatasan Semarang-Demak, serta Jalan Walisongo. Di wilayah Pantura barat, titik rawan juga ditemukan di Kendal dan Brebes.
Genangan air berpotensi terjadi di ruas Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen. Sebagian besar merupakan dataran rendah dengan riwayat banjir akibat hujan berintensitas tinggi maupun limpasan rob.
Adapun titik rawan longsor terkonsentrasi di jalur selatan dan kawasan perbukitan, seperti Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon, Ajibarang/Wangon, Wangon–Batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara–Wonosobo. Struktur tanah labil dan kontur terjal meningkatkan risiko pergerakan tanah saat curah hujan tinggi.
Untuk mengantisipasi gangguan tersebut, BBPJN menyiagakan 18 posko Lebaran di sepanjang jalur nasional strategis. Posko dilengkapi personel teknis serta dukungan alat berat guna mempercepat penanganan kerusakan jalan atau hambatan lalu lintas.
Empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) juga disiapkan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta. Fasilitas ini mencakup excavator, wheel loader, motor grader, dump truck, asphalt finisher, hingga rangka jembatan darurat bentang 30 meter untuk kondisi darurat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan kesiapan daerahnya menyambut arus mudik yang diprediksi menjadi salah satu yang terbesar secara nasional. Jawa Tengah, kata dia, merupakan simpul perlintasan utama di Pulau Jawa sehingga penguatan infrastruktur tidak boleh diabaikan.
“Kita memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik,” ujarnya.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan favorit pemudik pada Lebaran 2026, dengan estimasi pergerakan nasional mencapai 38,71 juta orang. Lonjakan tersebut dinilai memerlukan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga instansi teknis kebencanaan.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Pengendara diminta memantau informasi lalu lintas terkini dan memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Dengan jutaan pergerakan orang dan kendaraan yang diprediksi melintasi berbagai koridor utama, kesiapan jalur nasional di Jawa Tengah menjadi faktor krusial dalam menjamin kelancaran dan keselamatan mudik Lebaran 2026.(tya)







