FOLKSTIME.ID – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Nunung Sriyanto, mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawasi pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) di tingkat daerah.
Hal itu disampaikan Nunung saat menggelar kegiatan reses masa sidang II Tahun Anggaran 2025–2026 di Graha Sari, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 warga dari berbagai elemen masyarakat yang memanfaatkan forum reses sebagai ruang menyampaikan aspirasi sekaligus berdialog langsung dengan wakil rakyat.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Rafa, menyoroti implementasi program MBG yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Rafa mempertanyakan langkah konkret DPRD Kota Semarang dalam menyikapi berbagai isu yang muncul terkait pelaksanaan program tersebut di tingkat daerah.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah dicanangkan pemerintah.
“Bagaimana upaya dari anggota DPRD Kota Semarang dalam menyikapi isu MBG? Apakah ada langkah untuk melibatkan mahasiswa dalam mengawasi pelaksanaan MBG agar realitas di lapangan sesuai dengan apa yang telah dicanangkan oleh Bapak Prabowo?” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Nunung Sriyanto memberikan jawaban dengan tenang dan menekankan pentingnya kritik yang disertai solusi.
Ia menyebutkan bahwa masukan dari mahasiswa maupun masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
“Mahasiswa ataupun masyarakat sah-sah saja jika ingin mengkritik. Tapi tolong juga diberikan solusinya agar kita semua bisa bersatu, baik dari unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun seluruh elemen masyarakat sipil,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nunung menjelaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga membutuhkan partisipasi publik.
Ia mendorong mahasiswa untuk mengambil peran strategis dengan membentuk tim relawan yang turun langsung ke lapangan guna memantau implementasi program MBG di sekolah-sekolah.
“Mahasiswa perlu membentuk tim relawan yang bisa turun langsung untuk memantau pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah. Dengan begitu kita bisa mengetahui apakah program tersebut sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau belum,” jelasnya.
Forum reses tersebut berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari masyarakat.
Dialog antara warga dan wakil rakyat ini menjadi gambaran pentingnya keterlibatan publik dalam mengawal kebijakan pemerintah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan program-program strategis nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.







