FOLKSTIME.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Magelang akan menggelar Operasi Ketupat Zebra Candi 2026 selama 17 hari untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 29 Maret 2026 dengan mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Kanit Kamsel Satlantas Polresta Magelang, Iptu Sumijati, mengatakan operasi ini difokuskan pada pelayanan kepada masyarakat agar perjalanan mudik Idulfitri berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Operasi ini merupakan operasi kemanusiaan yang fokus pada pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik agar perjalanan mereka aman dan nyaman,” ujar Iptu Sumijati saat menjadi narasumber dalam program talkshow Jamus Gemilang di LPPL Radio Gemilang FM, Selasa (10/3/2026).
Sebelum operasi dimulai, Polresta Magelang akan menggelar Apel Gelar Pasukan pada 12 Maret 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.
Menurut Sumijati, pengamanan arus mudik tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga sejumlah instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Kesehatan.
“Kami telah melakukan koordinasi melalui forum lalu lintas untuk memastikan perbaikan jalan berlubang serta pemenuhan penerangan jalan umum sudah selesai sebelum masa mudik dimulai, sehingga tidak menghambat perjalanan masyarakat,” jelasnya.
Dalam rangka meningkatkan keselamatan pemudik, Polda Jawa Tengah kembali menghadirkan program Valet Ride. Program ini memungkinkan pemudik sepeda motor menempuh perjalanan menggunakan bus berpendingin udara, sementara kendaraan mereka diangkut menggunakan truk khusus.
Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 19 Maret 2026 dan tidak dipungut biaya.
Menurut Sumijati, inovasi ini dihadirkan untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat kelelahan pengendara motor saat menempuh perjalanan jauh.
“Masyarakat yang ingin mengikuti program Valet Ride dapat mendaftar secara daring dengan memindai barcode yang disebarkan melalui media sosial resmi kepolisian,” ujarnya.
Selain program Valet Ride, kepolisian juga menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi SIPOLAN (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas).
Aplikasi ini menyediakan berbagai informasi penting bagi pemudik secara real-time, seperti lokasi pos pengamanan, pos pelayanan, hingga keberadaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Dengan aplikasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih mudah dan aman.
Kasubnit Kamsel Satlantas Polresta Magelang, Aipda Himawan, menambahkan pihaknya telah memetakan sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi rawan kemacetan selama arus mudik.
Beberapa kawasan yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan di antaranya simpang Artos, kawasan Mertoyudan, serta jalur utama Muntilan.
“Kami sudah melakukan pemetaan titik-titik krusial yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama masa mudik,” kata Himawan.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pemerintah melalui keputusan bersama tiga kementerian juga memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang.
Kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih dilarang beroperasi selama masa operasi berlangsung guna mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama mudik.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para pengusaha angkutan dan sopir. Kesepakatannya jelas, kendaraan sumbu tiga tidak diperbolehkan beroperasi pada tanggal yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Polresta Magelang juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 yang tersedia selama 24 jam.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan lainnya selama perjalanan mudik.
Petugas akan memberikan respons cepat terhadap setiap laporan yang masuk dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor.
Meski berfokus pada pelayanan dan pengamanan masyarakat, kepolisian menegaskan tetap akan melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong yang sering menimbulkan gangguan, terutama saat malam takbiran.
“Kami tetap akan menindak pelanggaran kasat mata yang membahayakan, termasuk penggunaan knalpot tidak sesuai standar,” kata Sumijati.
Ia juga mengingatkan para pemudik untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan agar terhindar dari kelelahan maupun microsleep.
“Masyarakat diimbau memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik untuk beristirahat apabila merasa lelah,” pungkasnya.(Pemkab Magelang)







