FOLKSTIME.ID – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kembali menggelar Tarawih Keliling (Tarling) ke-4 Ramadan 1447 H, Senin (2/3/2026) malam, di Aula Sudirman Kodim 0733/Kota Semarang, Jalan Pemuda.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan Pemkot Kota Semarang untuk memperkuat silaturahmi dan sinergi lintas sektor.
Tarling kali ini dilaksanakan pada puasa hari ke-12 dan tarawih malam ke-13, dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, BUMD, TP3KS, serta camat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa ketenangan dan kondusivitas Kota Semarang merupakan hasil pembagian peran yang jelas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kota.
“Ketenangan yang dirasakan warga hari ini adalah hasil dari peran yang nyata. Rekan-rekan di Kodim 0733 menjaga stabilitas wilayah, sementara kami di Pemerintah Kota Semarang mengelola denyut kehidupan warga. Sinergi inilah yang memastikan gerak pembangunan di Kota Semarang bisa terus berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.
Agustina menyebut momentum tarawih keliling sebagai _cooling system_ sosial. Di tengah dinamika global yang penuh ketegangan, Kota Semarang justru harus memperkuat soliditas internal.
Kebersamaan pemerintah, TNI, Polri, ulama, dan masyarakat menjadi fondasi utama menjaga stabilitas daerah.
Secara khusus, Agustina menyoroti peran aktif jajaran Kodim 0733 dalam mendukung gerakan kebersihan kota. Inisiatif pembersihan sungai dan lingkungan di wilayah Semarang Tengah bahkan telah berjalan sebelum adanya arahan nasional terkait kerja bakti massal atau kurve.
“Maka begitu kita di Sentul diperintah Pak Presiden untuk kurve-kurve. Kita sudah kurve duluan diinisiasi oleh teman-teman dari Kodim 0733. Luar biasa,” ujar Agustina.
Dirinya juga menyoroti pembangunan Kota Semarang di sisi layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan dan lingkungan. Pemkot Semarang terus memperluas akses kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC).
Dalam setahun terakhir, kepesertaan meningkat dari 98.261 warga pada 2024 menjadi 228.859 warga di tahun 2025. Warga ber-KTP Kota Semarang yang membutuhkan layanan kesehatan dapat berkoordinasi melalui lurah dan camat untuk mengakses fasilitas kesehatan tanpa terbebani biaya.
Di bidang pendidikan, program sekolah swasta gratis pada 2026 menjangkau 133 sekolah swasta, meningkat dari 129 sekolah pada tahun sebelumnya. Program ini diperkuat dengan perbaikan 336 ruang kelas sekolah dasar guna mendukung kualitas pembelajaran.
Sementara itu, dari sisi ekonomi, kawasan Semarang Tengah sebagai segi tiga emas menunjukkan capaian positif. Realisasi pajak sektor kuliner dan hiburan mencapai 106,38 persen dari target.
Penerimaan tersebut dikembalikan untuk mendukung pelayanan publik, termasuk peningkatan bisyarah bagi modin dan marbot masjid.
Dalam aspek ketahanan lingkungan, pembangunan rumah pompa di Jalan Petudungan menjadi prioritas untuk mengurangi genangan, sebagai bagian dari pemeliharaan 56 saluran kota dan sungai.
Tarling di Kodim 0733 juga menjadi momentum penguatan komitmen bersama menjelang perhelatan MTQ Nasional XXXI pada September 2026, yang akan digelar di Kota Semarang setelah terakhir menjadi tuan rumah pada 1979.
Sementara itu, Komandan Kodim 0733 Kota Semarang, Kolonel Inf. Priyo Handoyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Pemerintah Kota Semarang dan menegaskan kesiapan TNI untuk terus mendukung pembangunan daerah.
“Kami siap membantu Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Melalui Tarawih Keliling Forkopimda ini, Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa stabilitas wilayah dan pembangunan berjalan beriringan. Sinergi yang terbangun di pusat kota menjadi fondasi penting untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal selama Ramadan dan seterusnya.







