Pemkot Semarang Perkuat Kesiapan Mudik Lebaran 2026, Bahas Antisipasi Kemacetan hingga Pengendalian Inflasi

FOLKSTIME.ID – Pemerintah Kota Semarang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kamis (12/3).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Rapat dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta sejumlah pemangku kepentingan strategis seperti perwakilan Bank Indonesia, Pertamina, PT Kereta Api Indonesia, Pelindo, BMKG, hingga Badan Urusan Logistik.

Rapat tersebut digelar untuk memastikan seluruh sektor pelayanan publik dan pemangku kepentingan siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Dalam arahannya, Agustina menegaskan bahwa Kota Semarang memiliki peran strategis sebagai salah satu simpul utama arus mudik di Pulau Jawa. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi hal penting agar berbagai layanan publik dapat berjalan optimal selama periode libur Idul Fitri.

“Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, stabilitas harga pangan, serta kesiapan layanan publik selama masa mudik dan libur Idul Fitri,” ujar Agustina dalam rapat tersebut.

Ia menambahkan, kesiapan pemerintah daerah tidak hanya menyangkut pengaturan lalu lintas, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, ketersediaan pangan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga dipaparkan proyeksi puncak pergerakan pemudik tahun ini. Berdasarkan perkiraan, arus mudik diprediksi mulai meningkat pada pertengahan Maret.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta 18–20 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada 23–24 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026.

Menghadapi lonjakan tersebut, pemerintah kota bersama unsur Forkopimda menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pengaturan lalu lintas, kesiapan moda transportasi, hingga penguatan layanan kesehatan di berbagai titik strategis.

Dalam pembahasan rapat, sejumlah titik di Kota Semarang dipetakan sebagai lokasi rawan kepadatan kendaraan selama masa mudik dan balik Lebaran.

Beberapa kawasan yang berpotensi mengalami kemacetan antara lain Gerbang Tol Kalikangkung, Krapyak, Banyumanik, Jatingaleh, Gayamsari, hingga Kaligawe. Lokasi tersebut merupakan jalur utama yang dilalui kendaraan dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Pemerintah kota bersama kepolisian dan instansi terkait akan menyiapkan rekayasa lalu lintas serta pengamanan di kawasan tersebut untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.

Selain membahas kesiapan transportasi dan keamanan, rapat juga menyoroti kondisi inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Dalam forum HLM TPID disebutkan bahwa inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,65 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut menjadi perhatian karena biasanya permintaan bahan pokok meningkat menjelang Lebaran.

Melalui koordinasi TPID, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan memperkuat upaya stabilisasi harga dan menjaga ketersediaan pasokan pangan di pasar.

Pemkot Semarang juga memastikan kesiapan berbagai layanan publik selama periode mudik dan libur Idul Fitri. Layanan tersebut meliputi sektor kesehatan, transportasi, keamanan, kebersihan kota, hingga distribusi pangan.

Sejumlah langkah yang disiapkan antara lain pendirian pos kesehatan di titik strategis, penguatan pengawasan ketertiban umum, kesiapan sarana transportasi, serta memastikan jaringan komunikasi dan sistem pemantauan CCTV berfungsi optimal.

Seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama Lebaran.

Sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat, pemerintah kota juga menyiapkan program Mudik Gratis 2026. Program ini menyediakan 12 armada bus yang akan melayani perjalanan warga Semarang dari Jakarta menuju Semarang maupun sebaliknya.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya.

Agustina menekankan bahwa keberhasilan pengamanan dan pelayanan selama Lebaran sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga berbagai instansi terkait.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Karena itu, seluruh unsur pemerintah dan stakeholder harus bergerak bersama memastikan kesiapan Kota Semarang dalam menghadapi arus mudik maupun aktivitas masyarakat selama Lebaran,” pungkasnya.(tya)

Artikel Menarik Lainnya