Folkstime.id – Pemerintah Kota Semarang menggelar peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kota Semarang dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan agenda Tarawih Keliling yang dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat, Jumat (6/3) di lapangan depan eks Wonderia.
Agustina menyatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
“Al-Qur’an ibarat mata air kebijaksanaan yang nilainya melampaui batas-batas perbedaan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kasih sayang yang terkandung dalam Al-Qur’an menjadi pedoman bagi Pemerintah Kota Semarang dalam menjalankan kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya dan Pak Iswar melayani panjenengan semua dalam bentuk pengabdian sosial. Memastikan setiap kebijakan, seperti di bidang kesehatan hingga pendidikan, merupakan cara kami berdiri paling depan saat warga sedang memerlukan bantuan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir. Ia menyampaikan apresiasi kepada para petugas dari berbagai instansi yang telah bekerja keras menangani dampak bencana, termasuk evakuasi ratusan pohon tumbang.
“Saya membayangkan pasti teman-teman itu tidak beristirahat. Maka doa kita malam ini juga untuk kesehatan para petugas yang menghadapi tantangan di lapangan,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menjaga lingkungan, terutama dengan memastikan saluran air tidak tersumbat sampah guna mengurangi potensi banjir.
“Yang paling sederhana adalah memastikan saluran air di sekitar kita tidak tersumbat. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang juga secara simbolis menerima bantuan sebanyak 20 ribu kitab Al-Qur’an dari Yayasan Al-Fatihah. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke masjid dan kecamatan untuk mendukung program belajar mengaji bagi anak-anak.
“Ini merupakan iktikad baik Pemerintah Kota Semarang untuk melaksanakan janji kami bahwa setiap sore anak-anak harus tertib belajar mengaji,” jelas Agustina.
Ia juga menyampaikan bahwa Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 pada September mendatang. Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi kehormatan bagi Kota Semarang setelah 47 tahun.
“Tantangannya adalah membuat para tamu merasa nyaman, namun warga Kota Semarang juga tetap merasa tenang,” pungkasnya. (Rin)







