FOLKSTIME.ID – Kepolisian Daerah Jawa Tengah mematangkan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H melalui kegiatan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Candi 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026).Latihan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Dr. Latif Usman, didampingi Karo Ops, Dirlantas, Kabidhumas, serta dihadiri para pejabat utama Polda Jateng dan pejabat utama Polres jajaran.
Dalam arahannya, Wakapolda menegaskan bahwa Lat Pra Ops menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kesiapan, sekaligus membekali seluruh personel yang akan terlibat dalam pengamanan Idul Fitri.
Sebanyak 22.680 personel Polda Jateng akan diterjunkan selama 13 hari pelaksanaan operasi, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi tahun ini mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, dengan fokus menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Kehadiran Polri sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan, perlindungan, serta menjamin rasa aman bagi masyarakat. Karena itu, mobilitas di titik-titik strategis seperti pelabuhan, bandara, terminal, dan pusat keramaian menjadi prioritas pengamanan melalui penguatan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, serta Pos Terpadu,” tegas Wakapolda.
Sementara itu, Karo Ops Polda Jateng menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan guna mendukung kelancaran operasi.
Selain mendirikan pos pengamanan di titik rawan dan strategis, kepolisian juga menyiapkan kekuatan pasukan Bhayangkara untuk memperkuat pengamanan di lapangan.
Tidak hanya berfokus pada keamanan dan kelancaran arus lalu lintas, Polda Jateng juga memberikan perhatian terhadap ketersediaan bahan pokok dan BBM untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun praktik penimbunan menjelang Idul Fitri.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Polda Jateng juga menghadirkan program “Valet Ride”, yakni layanan khusus bagi pemudik sepeda motor dari check point Brebes menuju Kota Semarang.
Program ini diharapkan dapat membuat perjalanan pemudik lebih aman dan nyaman.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan digital Chatbot Pak Polisi yang menyediakan berbagai informasi penting, seperti kondisi lalu lintas secara real-time, rekomendasi rute perjalanan, hingga layanan respons cepat dalam situasi darurat.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat Candi 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan masyarakat.
“Tolok ukur keberhasilan operasi ini bukan hanya soal lancarnya kendaraan di jalan, tetapi juga dari senyum masyarakat yang merasa aman karena kehadiran petugas serta informasi yang kita berikan. Karena itu, peran media sangat penting untuk membantu menyosialisasikan berbagai layanan ini agar masyarakat dapat mudik dengan tenang,” ujarnya.






