Puncak Arus Mudik di Bandara Ahmad Yani Semarang Diprediksi 19 Maret, Penumpang Tembus 10 Ribu Orang

FOLKSTIME.ID — Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang diperkirakan meningkat signifikan menjelang musim mudik Lebaran 2026. Pihak pengelola bandara memperkirakan puncak mobilitas penumpang akan terjadi pada 19 Maret 2026 dengan jumlah penumpang diprediksi mencapai 9.000 hingga 10.000 orang dalam sehari.

Data operasional terbaru menunjukkan peningkatan pergerakan penumpang sudah mulai terlihat sejak pertengahan Maret. Pada 12 Maret 2026 tercatat sekitar 2.500 penumpang melakukan keberangkatan, sementara penumpang yang tiba mencapai sekitar 4.500 orang. Total pergerakan penumpang hari itu mencapai 7.500 orang atau meningkat sekitar lima persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola bandara menyiapkan posko terpadu angkutan Lebaran yang akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini menjadi pusat koordinasi sekaligus pemantauan layanan penumpang secara langsung selama masa angkutan Lebaran.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan seluruh fasilitas operasional telah dipastikan siap mendukung kelancaran aktivitas penerbangan selama periode mudik.

“Seluruh infrastruktur operasional seperti runway, taxiway, dan fasilitas pendukung lainnya telah kami pastikan dalam kondisi optimal untuk melayani peningkatan aktivitas penerbangan,” ujar Sulistyo, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, petugas pelayanan di area bandara juga diperkuat untuk membantu penumpang sekaligus mengatur arus pergerakan di terminal agar tetap tertib.

“Kami menempatkan petugas frontliner yang proaktif untuk membantu kebutuhan penumpang serta meminimalkan potensi antrean panjang maupun kepadatan di area pelayanan,” katanya.

Posko angkutan Lebaran ditempatkan di area hall utama dan bagian luar terminal bandara. Layanan informasi penerbangan dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB, sementara petugas operasional tetap bersiaga selama 24 jam.

Secara keseluruhan, sebanyak 288 personel diterjunkan untuk mendukung operasional posko. Jumlah tersebut terdiri dari 258 petugas internal bandara dan 30 personel dari instansi eksternal.

Selain pengelola bandara dan maskapai penerbangan, sejumlah lembaga juga terlibat dalam pengoperasian posko terpadu, antara lain TNI, Polri, Basarnas, BMKG, AirNav Indonesia, serta berbagai instansi pendukung lainnya.

Sulistyo menegaskan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap optimal.

“Koordinasi dengan seluruh stakeholder terus kami lakukan, baik terkait kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, hingga pelayanan penanganan bagasi dan proses check-in agar berjalan lancar,” jelasnya.

Selama periode angkutan Lebaran, Bandara Ahmad Yani melayani rata-rata 64 penerbangan reguler setiap hari. Jumlah tersebut berpotensi meningkat menjadi sekitar 78 penerbangan harian setelah adanya tambahan penerbangan ekstra.

Dari total penerbangan tersebut, sekitar 39 merupakan keberangkatan dan 39 lainnya kedatangan. Sejumlah rute domestik diprediksi menjadi favorit penumpang, terutama menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta, Banjarmasin, Balikpapan, dan Pangkalan Bun.

Sementara untuk penerbangan internasional, saat ini bandara melayani rute menuju Singapura dan Kuala Lumpur dengan dua penerbangan reguler.

Selain mengantisipasi arus mudik, pihak bandara juga telah memproyeksikan lonjakan arus balik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 27 hingga 28 Maret 2026. Pada periode tersebut, jumlah penumpang diprediksi dapat mencapai sekitar 11.000 orang per hari.

Jika terjadi peningkatan permintaan perjalanan internasional, pengelola bandara menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan jadwal penerbangan tambahan.

Di sisi lain, faktor cuaca juga menjadi perhatian penting dalam operasional penerbangan. Oleh karena itu, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus dilakukan untuk memperoleh informasi kondisi cuaca secara real-time melalui sistem pemantauan di posko.

Langkah antisipasi lainnya juga telah disiapkan, termasuk kesiapan peralatan tambahan seperti pompa air serta pengecekan parameter landasan pacu untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem.

Sulistyo menegaskan bahwa seluruh persiapan tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa transportasi udara selama musim mudik Lebaran.

“Kami berharap seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman sehingga bisa berkumpul bersama keluarga saat Lebaran,” ujarnya.(tya)

Artikel Menarik Lainnya