FOLKSTIME.ID — Bantuan bagi korban banjir Semarang di wilayah Mangkang dan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, telah disalurkan oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, termasuk santunan kematian bagi warga yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Penanganan banjir Mangkang dan Purwoyoso disebut telah dilakukan secara cepat melalui proses asesmen lapangan bersama pihak kecamatan dan kelurahan guna melengkapi data korban terdampak. Bantuan logistik hingga kebutuhan dasar warga juga telah didistribusikan ke sejumlah titik terdampak banjir di Kota Semarang.
Data korban banjir Semarang disebut telah diverifikasi untuk mempercepat proses penyaluran bantuan sosial dan santunan kepada keluarga terdampak. Pemerintah Kota Semarang juga memastikan kebutuhan darurat warga terus dipantau pascabanjir yang melanda kawasan Ngaliyan.
“Sudah kami bantu sesuai permohonan dari camat dan lurahnya. Sudah kita usulkan santunan kematiannya, sudah kita assessment, data korban sudah kita lengkapi,” ujar Agustina, Minggu (17/5).
Ratusan Paket Bantuan Banjir Disalurkan
Bantuan banjir Semarang yang telah didistribusikan melalui Dinas Sosial Kota Semarang terdiri atas 400 paket sembako bagi warga terdampak di Mangkang dan Purwoyoso. Selain itu, bantuan makanan siap saji dan perlengkapan kebutuhan keluarga juga telah disalurkan.
Sebanyak 60 paket makanan siap saji dan 140 paket lauk pauk siap saji telah dibagikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama masa tanggap darurat banjir berlangsung.
Tak hanya itu, bantuan lain berupa 25 lembar kasur, 10 lembar tenda gulung, 10 paket family kit, serta delapan paket perlengkapan anak atau kids ware turut diberikan kepada masyarakat terdampak.
“Semua bantuan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir,” kata Agustina.
Asesmen Korban Banjir Masih Dilakukan
Penanganan banjir di Kecamatan Ngaliyan disebut masih terus dilakukan bersama sejumlah pihak. Pendataan korban dan kerusakan juga masih berlangsung untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
Banjir yang sebelumnya melanda kawasan Mangkang dan Purwoyoso diketahui menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak serta menimbulkan korban jiwa. Kondisi tersebut membuat penanganan darurat dan distribusi bantuan diprioritaskan oleh Pemerintah Kota Semarang.
“Kami terus bergerak bersama jajaran untuk memastikan penanganan berjalan dan bantuan diterima masyarakat,” ujar Agustina.
Pemerintah Kota Semarang juga disebut masih melakukan koordinasi lintas instansi dalam upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir, termasuk pemenuhan kebutuhan warga selama masa penanganan bencana berlangsung.(tya)







