FOLKSTIME.ID – Satu tahun sejak pengembangan ekosistem bullion di Indonesia berjalan, pemerintah bersama pemangku kepentingan mengevaluasi sekaligus memperkuat arah pengembangannya.
Momentum tersebut ditandai dengan peringatan satu tahun kegiatan Unit Usaha Bullion Indonesia serta peluncuran Indonesia Bullion Ecosystem Roadmap oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Kegiatan yang mengusung tema “Consolidating the First Year, Strengthening the Next Phase” ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem emas sebagai instrumen keuangan yang likuid dan berdaya saing di tingkat nasional.
Dalam ekosistem tersebut, PT Pegadaian disebut memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi komoditas emas menjadi aset finansial yang lebih produktif.
Selama satu tahun terakhir, Pegadaian telah mengintegrasikan layanan Tabungan Emas dan Cicil Emas ke dalam infrastruktur Bullion Bank atau layanan bank emas yang lebih modern dan terintegrasi secara nasional.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Pegadaian dalam membangun ekosistem investasi emas nasional.
“Langkah Pegadaian dalam satu tahun terakhir telah menunjukkan dampak positif terhadap penguatan struktur ekonomi kita. Dengan infrastruktur yang matang dan strategi yang akurat, Pegadaian mampu menjadikan emas sebagai pilar kekuatan finansial masyarakat,” ujar Airlangga, Senin (9/3).
Direktur PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan bahwa capaian selama setahun ini menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas pengembangan layanan bullion.
“Pegadaian berkomitmen untuk terus menjalankan mandat pemerintah dalam mengoptimalkan potensi emas nasional. Saat ini Pegadaian memiliki produk layanan bank emas terlengkap dan kami akan terus melakukan penyempurnaan bahkan pengembangan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan roadmap Unit Usaha Bullion untuk satu tahun mendatang. Dokumen tersebut dirancang untuk mengintegrasikan seluruh rantai pasok ekonomi emas di Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga hilir, sehingga dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang, M Aries Aviani Nugroho, menyampaikan bahwa momentum satu tahun ekosistem bullion perlu dijadikan pijakan untuk memperkuat layanan investasi emas kepada masyarakat.
“Momentum satu tahun ekosistem bullion ini harus kita apresiasi dan dijadikan landasan bagi Pegadaian untuk terus menghadirkan layanan emas terlengkap sebagai solusi investasi masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi keluarga menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Aries.
Dengan dukungan pemerintah serta sinergi antar pemangku kepentingan, Pegadaian optimistis pengembangan usaha bullion di Indonesia akan terus meningkat. Integrasi ekosistem emas tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor keuangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar emas global. (Ril)






