FOLKSTIME.ID – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terasa hangat di Kota Semarang. Ratusan relawan dari berbagai komunitas pariwisata turun ke jalan dalam kegiatan bertajuk “1.000 Takjil untuk Semarang”, Jumat (6/3/2026), membagikan ribuan paket takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang tengah bersiap berbuka puasa.
Kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas yang melibatkan MCS, SSH, H3S, serta Komunitas Denok Kenang. Sebanyak 1.000 paket takjil dikumpulkan secara gotong royong oleh puluhan hotel dan organisasi pariwisata di Kota Semarang.
Koordinator Pegiat Pariwisata Kota Semarang, Gus Wahid, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi sebagai wujud kekompakan pelaku pariwisata dalam menyambut datangnya bulan penuh berkah.
“Sebenarnya ini kegiatan rutin setiap Ramadan, namun sempat terhenti tahun lalu. Tahun ini kami coba bangkitkan kembali, dan alhamdulillah semua pihak mendukung,” ujarnya.
Kehadiran Komunitas Denok Kenang dalam kegiatan ini juga memberikan warna tersendiri. Para duta wisata Kota Semarang tersebut turut turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat, sekaligus menjadi simbol keramahan kota kepada para tamu dan wisatawan.
“Mereka adalah representasi keramahtamahan Kota Semarang bagi para tamu yang datang. Kami ingin menunjukkan bahwa Semarang adalah kota yang ramah dan layak menjadi tujuan wisata saat libur Lebaran 2026,” tambah Gus Wahid.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasi, memberikan apresiasi atas inisiatif para pelaku pariwisata yang berkolaborasi dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Di bulan puasa yang penuh berkah ini, mari kita berbagi kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa,” katanya.
Ia berharap kegiatan berbagi takjil seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak pihak. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memperkuat kegiatan sosial di Kota Semarang.
“Kami berharap ke depan tidak hanya pengusaha hotel, pegiat wisata, dan Denok Kenang saja yang terlibat, tetapi juga pihak lain. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Kota Semarang adalah kota yang toleran, ramah, dan layak menjadi tujuan wisata,” jelasnya.
Ketua Panitia Roy Youzaen Pradana menuturkan bahwa puluhan hotel, sejumlah pihak swasta, serta komunitas GenPI ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Masing-masing pihak menyumbang sekitar 30 paket takjil hingga jumlah yang terkumpul mencapai ribuan.
“Tahun ini kami juga mengatur alur pembagian agar lebih rapi dan tertata. Dari pengalaman sebelumnya, ada warga yang mendapat banyak takjil, tetapi ada juga yang tidak kebagian,” ungkap Roy.
Ia berharap kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus berkembang dan melibatkan semakin banyak elemen masyarakat. Selain menebar kebaikan di bulan Ramadan, kegiatan tersebut juga menjadi cara memperkenalkan wajah pariwisata Semarang yang ramah, hangat, dan mampu menggerakkan roda perekonomian warga.







