FOLKSTIME.ID – Konferensi Wilayah (Konferwil) II Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Jawa Tengah yang digelar di Pondok Pesantren Al Itqon, Bugen, Kota Semarang, berlangsung lancar, demokratis, dan penuh semangat persaudaraan.
Forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi tersebut secara resmi menetapkan Sri Murtopo, S.H.I., M.Si. sebagai Ketua DPW K-Sarbumusi Jawa Tengah untuk periode kepengurusan mendatang.
Mengusung tema “Merawat Solidaritas, Memperkuat Organisasi, dan Mewujudkan Kesejahteraan Pekerja/Buruh”, konferensi menjadi momentum penting bagi K-Sarbumusi Jateng untuk melakukan evaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi, sekaligus memperkuat komitmen perjuangan bagi kalangan pekerja dan buruh di Jawa Tengah.
Terpilihnya Sri Murtopo melalui mekanisme musyawarah dan mufakat yang mencerminkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan tradisi organisasi Sarbumusi. Keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari peserta konferensi yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPW K-Sarbumusi Jawa Tengah, Sri Murtopo menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus hadir sebagai wadah perjuangan pekerja yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, kebangsaan, dan keadilan sosial.
“Solidaritas adalah kekuatan utama gerakan buruh. Dengan organisasi yang kuat dan terkelola dengan baik, kita akan mampu memperjuangkan kesejahteraan pekerja, memperluas perlindungan sosial, dan menghadirkan hubungan industrial yang berkeadilan bagi seluruh pekerja, termasuk pekerja informal dan pekerja platform digital,” tegas Sri Murtopo, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, tantangan dunia ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan organisasi buruh yang adaptif, kuat, dan mampu menjangkau seluruh kelompok pekerja, termasuk mereka yang selama ini belum mendapatkan perlindungan optimal.
“K-Sarbumusi Jawa Tengah harus menjadi rumah perjuangan bagi seluruh pekerja. Kami akan memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas basis keanggotaan, dan membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat demi terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, memberikan arahan kepada kepengurusan yang baru agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pengabdian kepada kaum buruh sebagai bagian dari khidmat organisasi.
“Pengurus yang terpilih harus bekerja secara serius dan penuh tanggung jawab. Kehadiran Sarbumusi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para buruh di Jawa Tengah,” pesannya.
Selain menetapkan kepengurusan baru, Konferwil II K-Sarbumusi Jawa Tengah juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten/kota dan tempat kerja, mengembangkan pengorganisasian pekerja informal, pekerja migran, pekerja platform digital, serta kelompok pekerja rentan lainnya.
Forum juga merekomendasikan pengembangan konsep Hubungan Industrial Aswaja sebagai model hubungan industrial yang berkeadilan dan bermartabat, memperjuangkan perlindungan sosial yang inklusif, meningkatkan kapasitas kader serikat pekerja, serta mengembangkan program ekonomi organisasi guna mendukung kemandirian gerakan buruh.
Melalui hasil konferensi ini, K-Sarbumusi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja melalui gerakan buruh yang moderat, progresif, inklusif, dan berakar kuat pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
Dengan kepemimpinan baru dan agenda strategis yang telah disepakati, K-Sarbumusi Jawa Tengah optimistis dapat memperkuat peran organisasi sebagai mitra pembangunan sekaligus garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan buruh di Jawa Tengah.







