Stok Darah PMI Kota Semarang Aman di Awal Ramadan, Golongan O dan Trombosit Jadi Perhatian

Folkstime.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang memastikan ketersediaan darah pada awal Ramadan 2026 masih dalam kondisi aman. Meski demikian, penurunan jumlah pendonor yang mencapai 60–70 persen dibanding hari biasa membuat kebutuhan darah, terutama golongan O dan komponen trombosit, perlu diantisipasi.

Kepala Bagian Pelayanan Donor UDD PMI Kota Semarang, dr. Reztry Maulida, menyampaikan stok darah saat ini diproyeksikan mampu memenuhi permintaan rumah sakit selama empat hingga lima hari ke depan.

“Untuk beberapa hari awal Ramadan ini stok masih mencukupi. Perkiraan kami bisa memenuhi kebutuhan rumah sakit sekitar empat sampai lima hari ke depan. Namun stok ini dinamis, tergantung jumlah permintaan yang masuk,” ujar Reztry, Senin (24/2/2026).

Ia menjelaskan, masa ketahanan stok sangat bergantung pada volume permintaan harian dari rumah sakit. Jika kebutuhan meningkat, cadangan darah dapat lebih cepat berkurang. Karena itu, pembaruan data stok dilakukan secara berkala melalui kanal resmi agar masyarakat dapat memantau kondisi terkini.

“Data stok kami perbarui setiap satu jam sekali melalui website resmi. Itu yang paling real-time untuk mengetahui ketersediaan terbaru,” katanya.

Reztry mengungkapkan, saat ini golongan darah O menjadi yang paling banyak dibutuhkan. Tingginya angka permintaan dari rumah sakit menyebabkan persediaannya lebih cepat menipis dibanding golongan lain.

“Permintaan terbanyak akhir-akhir ini memang golongan darah O, sehingga stoknya cukup menipis. Untuk golongan B relatif lebih banyak, sedangkan A dan AB masih seimbang dengan permintaan,” jelasnya.

Selain golongan darah, kebutuhan komponen tertentu juga mengalami peningkatan signifikan, khususnya trombosit konsentrat (TC). Dalam sehari, permintaan komponen darah bisa mencapai 150 hingga 250 kantong.

“Jenis komponen yang paling tinggi permintaannya saat ini adalah trombosit konsentrat, rata-rata 150 sampai 250 kantong per hari,” ungkapnya.

Komponen lain yang turut disalurkan meliputi packed red cell (PRC) dan fresh frozen plasma (FFP), menyesuaikan kebutuhan medis pasien di berbagai rumah sakit di Kota Semarang.

Selama Ramadan, jumlah pendonor diakui menurun cukup drastis. Banyak pendonor rutin memilih menunda donor karena khawatir aktivitas tersebut membatalkan puasa.

“Penurunannya sekitar 60 sampai 70 persen dibanding hari biasa. Biasanya pendonor rutin, di bulan Ramadan ada yang menunda,” ujar Reztry.

Ia menegaskan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, selama pendonor dalam kondisi sehat. Ketentuan tersebut juga telah ditegaskan melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Donor darah tidak membatalkan puasa. Selama pendonor dalam kondisi sehat, sahurnya cukup, istirahat cukup, dan badan fit, maka tetap sah,” tegasnya.

Untuk menjaga ketersediaan stok selama Ramadan, PMI Kota Semarang mengintensifkan kegiatan donor darah di pusat perbelanjaan melalui program “donor in mall”. Sejumlah lokasi yang menjadi titik kegiatan antara lain Queen City Mall, Uptown Mall, dan Mal Ciputra Semarang.

Selain menggandeng pengelola mal, PMI juga menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan kedinasan seperti Akademi Kepolisian dan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang untuk menggelar donor darah terjadwal.

“Kami juga bekerja sama dengan instansi pemerintah seperti Kodam yang mengirimkan personelnya untuk donor di PMI Kota Semarang. Ada beberapa jadwal kegiatan untuk membantu memenuhi stok selama Ramadan,” jelas Reztry.

Hingga kini, PMI Kota Semarang belum berencana meminta suplai darah dari daerah lain karena masih berupaya mengoptimalkan potensi internal.

Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, PMI Kota Semarang menyiapkan program apresiasi khusus selama Ramadan. Pendonor yang datang langsung ke gedung PMI akan memperoleh minyak goreng satu liter, sedangkan pendonor melalui mobil unit atau bus keliling mendapatkan beras 1,5 kilogram.

“Kami punya program tambahan menu donor berupa sembako selama bulan Ramadan. Ini untuk menarik minat masyarakat agar tetap berdonor,” ujarnya.

PMI Kota Semarang mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk tetap mendonorkan darah selama Ramadan demi menjaga ketersediaan stok bagi pasien yang membutuhkan. Dengan partisipasi aktif warga, kebutuhan darah di rumah sakit diharapkan tetap terpenuhi hingga akhir bulan puasa.(Tya)

Artikel Menarik Lainnya