FOLKSTIME.ID – Penanganan banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, terus diperkuat oleh jajaran Polres Demak. Fokus tidak hanya pada evakuasi warga, tetapi juga pada stabilitas keamanan serta percepatan pengendalian dampak bencana di wilayah terdampak.
Peristiwa jebolnya tanggul di tiga titik di Desa Trimulyo dan Sidoharjo terjadi setelah debit air Sungai Tuntang meningkat signifikan akibat kiriman dari hulu Bendungan Glapan, Kabupaten Grobogan. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman, lahan pertanian, serta infrastruktur jalan.
Dalam situasi tersebut, Polres Demak mengerahkan ratusan personel untuk melakukan langkah terpadu. Selain membantu evakuasi warga ke lokasi aman, petugas juga melakukan patroli intensif guna memastikan keamanan lingkungan yang ditinggalkan masyarakat.
Kabag Ops Polres Demak, Kompol Wasito, menegaskan bahwa pendekatan penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek keselamatan hingga menjaga ketertiban masyarakat.
“Kami tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif. Personel kami disiagakan penuh di lapangan,” ujarnya.
Upaya teknis juga dilakukan dengan menutup titik-titik tanggul yang jebol menggunakan karung berisi tanah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi darurat untuk menekan laju air yang terus mengalir ke permukiman warga.
Di sisi lain, aparat turut memberikan pendampingan kepada warga terdampak, termasuk membantu proses penyelamatan barang berharga serta memberikan edukasi agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Sejumlah titik pengungsian telah disiapkan, di antaranya Balai Desa dan Koperasi Desa Merah Putih, yang saat ini menampung warga dari dua desa terdampak.
Polres Demak juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan efektif dan terintegrasi. Pemantauan kondisi di lapangan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan maksimal hingga kondisi benar-benar terkendali,” tegas Wasito.
Dengan intensitas hujan dan debit air yang masih berpotensi meningkat, aparat mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan petugas serta meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.






