Tanggul Sungai Plumbon Jebol Lagi! Banjir Rendam Mangkang Kulon, Kerusakan Capai 50 Meter

FOLKSTIME.ID — Dua titik tanggul Sungai Plumbon di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dilaporkan jebol pada Kamis (30/4/2026) sore, sehingga banjir limpasan air sungai langsung merendam permukiman warga di Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo.

Peristiwa jebolnya tanggul Sungai Plumbon tersebut dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu yang tidak mampu ditahan struktur tanggul, sehingga air meluap dan masuk ke kawasan permukiman padat penduduk.

Genangan banjir yang paling parah dilaporkan terjadi di wilayah Mangkang Kulon, di mana air tidak hanya menggenangi rumah warga tetapi juga merendam area persawahan di sekitarnya.

“Dekat jembatan panggung (Mangkang Kulon) tanggul jebol. Kejadiannya barusan sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi, saat dikonfirmasi, Kamis.

Dua Titik Jebol, Mangkang Kulon Terparah

Disebutkan bahwa dua titik tanggul yang jebol berada di RT 01 RW 01 Mangkang Kulon dan di wilayah RW 04 Mangunharjo. Namun, dampak paling signifikan dilaporkan terjadi di Mangkang Kulon karena panjang tanggul yang jebol mencapai sekitar 50 meter.

Sementara itu, di wilayah Mangunharjo, kerusakan tanggul disebut tidak sepanjang yang terjadi di Mangkang Kulon sehingga genangan air tidak separah di lokasi tersebut.

“Di Mangunharjo tanggul jebol tapi tidak sepanjang di Mangkang Kulon yang mencapai 50 meter,” kata Mirzaq.

Struktur Tua dan Debit Air Tinggi Jadi Penyebab

Dijelaskan bahwa penyebab utama jebolnya tanggul Sungai Plumbon adalah kondisi bangunan yang sudah tua serta tingginya debit air sungai akibat kiriman dari daerah hulu.

Selain itu, faktor lain yang turut memperlemah struktur tanggul adalah adanya akar-akar pohon di bantaran sungai yang memicu sedimentasi dan mengganggu kekuatan tanggul.

“Salah satu faktor tanggul jebol yang kami identifikasi itu akar pohon di bantaran. Ini juga sedang kita petakan bersama BBWS yang tadi ikut melakukan penebangan dan pembersihan sungai,” jelasnya.

Pendataan Dampak Masih Dilakukan

Hingga saat ini, jumlah rumah maupun warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon masih belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih dilakukan oleh pihak Kecamatan Tugu.

Air limpasan sungai dilaporkan telah masuk ke permukiman warga serta merendam lahan pertanian, sehingga potensi kerugian masih terus dihitung oleh petugas di lapangan.

Kejadian Berulang, Penanganan Dipercepat

Peristiwa jebolnya tanggul Sungai Plumbon diketahui bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa tercatat terjadi pada 3 Maret 2026 yang juga berdampak pada warga Mangkang Kulon.

Sebagai langkah penanganan, pembersihan bantaran sungai kini terus digencarkan, termasuk penebangan akar pohon dan normalisasi aliran sungai guna mengurangi risiko jebolnya tanggul di kemudian hari.

Upaya tersebut dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai bagian dari mitigasi bencana banjir di kawasan pesisir Kota Semarang.(tya)

@folkstime.id

Folkstime.id – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyampaikan bahwa langkah relokasi pedagang telah disiapkan agar aktivitas perdagangan dapat segera dipulihkan di lokasi yang lebih aman dan tertata. “Relokasi pedagang sudah kami siapkan agar mereka bisa kembali berjualan. Kami memiliki kapasitas di Pasar Kanjengan yang baru untuk menampung sekitar 100 sampai 150 pedagang,” ujarnya, Kamis 30 Apriln 2026 #kebakaransemarang #pasarjohar #kanjengan #kotasemarang #beritaterkini

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya