Target H-10 Lebaran 2026, Pemkot Semarang Percepat Tambal Jalan Berlubang hingga Jalur Alternatif

Folkstime.id – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mempercepat penanganan jalan berlubang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Seluruh perbaikan ditargetkan rampung paling lambat H-10 Idulfitri guna menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik yang melintas di Ibu Kota Jawa Tengah.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menegaskan bahwa percepatan perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama dalam menyambut lonjakan kendaraan saat musim mudik. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keluhan masyarakat sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Memang H-10 harus sudah clear semuanya. Termasuk kita juga mengharapkan masukan dari masyarakat mana yang memang perlu dilakukan penanganan segera. Kalau namanya mudik itu kan nanti warga Semarang yang di luar kota datang semuanya,” ujar Suwarto, Sabtu (28/2/2026).

Ia menekankan, seluruh titik jalan berlubang yang teridentifikasi akan segera ditutup sebelum puncak arus mudik. Upaya tersebut dilakukan agar para perantau yang kembali ke kampung halaman tidak menemui kendala di perjalanan.

“Nanti biar tidak menjadi keluhan mereka kalau jalannya Semarang kondisinya banyak lubangnya. Artinya semua lubang jalan akan segera ditutup. Saya minta target kemarin H-10 sudah selesai semuanya,” tegasnya.

Meski demikian, DPU tetap menyiapkan skema lanjutan apabila masih ditemukan kerusakan mendekati Hari H Lebaran. Perbaikan akan terus berjalan hingga menjelang Idulfitri demi memastikan kondisi jalan tetap laik dilalui kendaraan.

“Walaupun nanti kalau belum ada, masih sampai hari H-nya kita tetap bisa melakukan penambahan. Minimal H-10 sudah dipenuhi semua, tinggal kurang sedikit,” katanya.

Tidak hanya ruas jalan utama, Pemkot Semarang juga memfokuskan perbaikan pada jalur alternatif yang kerap dimanfaatkan pemudik untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah akses menuju Wates Gondorio di Kecamatan Ngaliyan.

“Termasuk jalur alternatif sudah termasuk yang akan masuk sampai Wates Gondorio Kecamatan Ngaliyan,” jelas Suwarto.

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran distribusi kendaraan selama periode mudik Lebaran 2026, sekaligus mengurai beban lalu lintas di jalan protokol yang diprediksi mengalami peningkatan volume signifikan.

Koordinasi Soal Penerangan Jalan

Selain kondisi permukaan jalan, aspek keselamatan lain seperti penerangan jalur alternatif juga menjadi perhatian. Namun, Suwarto menyebut kewenangan lampu penerangan jalan berada di dinas terkait. Pihaknya akan berkoordinasi agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sebelum arus mudik berlangsung.

“Kalau penerangan ini nanti kewenangannya di dinas terkait. Nanti coba dikomunikasikan ke sana, nanti dihubungi,” ujarnya.

Dengan percepatan penanganan jalan berlubang ini, Pemkot Semarang berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, serta minim hambatan. Masyarakat juga diimbau aktif melaporkan titik kerusakan jalan yang membutuhkan penanganan cepat agar target H-10 dapat tercapai secara menyeluruh.(tya)

Artikel Menarik Lainnya