TMMD 2026 di Demak Resmi Ditutup, Bupati Esti’anah: Infrastruktur Desa Jadi Penggerak Ekonomi Warga

FOLKSTIME.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Kedondong, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak resmi ditutup pada Rabu (11/3/2026). Penutupan program tersebut mendapat apresiasi dari Esti’anah yang menilai kegiatan tersebut memberi dampak positif bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Bupati, pelaksanaan TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik berupa infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Ia berharap hasil pembangunan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga desa.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas hidup warga melalui pembangunan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan secara bersama,” ujar Esti’anah.

Upacara penutupan kegiatan digelar di Lapangan Desa Kedondong dengan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0716/Demak, Dony Romansah sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dijabat oleh Kapten Arh Jalalul Hadi yang juga menjabat sebagai Danramil 08/Karanganyar.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro, Achiruddin. Dalam amanatnya disampaikan bahwa TMMD Reguler ke-127 dan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi utama dalam pembangunan nasional. Desa dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

“Saya sangat berharap seluruh hasil yang telah dicapai tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya juga menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” kata Dandim saat membacakan amanat.

Selain pembangunan fisik, program TMMD juga diarahkan untuk memperkuat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, berbagai program pemerintah pusat maupun daerah turut didukung agar dapat berjalan lebih optimal di tingkat desa.

Menurut Dony, kegiatan TMMD juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Program ini sekaligus mendukung berbagai agenda strategis pemerintah seperti program makan sehat bergizi gratis, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, penguatan swasembada pangan, hingga gerakan pangan murah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Prosesi penutupan berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, aparat TNI-Polri, serta masyarakat setempat. Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada sejumlah warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat desa.

Setelah upacara penutupan, Dandim bersama jajaran Forkopimda juga melakukan peninjauan langsung terhadap hasil pembangunan infrastruktur yang telah diselesaikan melalui program TMMD, khususnya akses jalan desa yang menjadi salah satu proyek utama dalam kegiatan tersebut.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan serta kesiapan fasilitas agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Infrastruktur jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Kedondong dan sekitarnya.

Pemerintah daerah berharap keberhasilan program TMMD di wilayah tersebut dapat menjadi contoh sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan Kabupaten Demak.(Pemkab Demak)

Artikel Menarik Lainnya