FOLKSTIME.ID – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan prestasi mahasiswa secara menyeluruh melalui kegiatan akademik maupun non-akademik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bedah buku yang mengangkat kisah inspiratif atlet mahasiswa berprestasi yang berlangsung pada 4–5 Maret di lingkungan kampus.
Kegiatan ini menampilkan buku yang memuat perjalanan perjuangan para mahasiswa atlet dalam meraih prestasi di berbagai kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional. Buku tersebut menjadi dokumentasi penting tentang dedikasi, disiplin, dan kerja keras mahasiswa dalam mengharumkan nama almamater melalui olahraga.
Rektor Universitas Wahid Hasyim, Helmy Purwanto, menyampaikan apresiasinya atas lahirnya buku yang merekam perjalanan inspiratif para atlet kampus. Menurutnya, karya tersebut tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi.
“Prestasi para atlet merupakan bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai keberhasilan. Melalui buku ini kita bisa melihat mentalitas juara yang diharapkan dapat menular kepada seluruh civitas akademika,” ujar Helmy dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, rektor juga memberikan pesan kepada para mahasiswa atlet agar tidak hanya unggul dalam kemampuan fisik, tetapi juga memiliki kualitas intelektual dan integritas yang kuat.
“Jadilah atlet yang tidak hanya mampu berlari cepat di lintasan, tetapi juga berpikir tajam dalam gagasan. Lulusan Unwahas harus mampu menjaga nama baik almamater dalam setiap langkah pengabdian,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Mahmutarom HR, yang menyampaikan dukungan terhadap pengembangan bakat olahraga di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa yayasan akan terus memberikan dukungan fasilitas dan infrastruktur bagi mahasiswa yang memiliki potensi di bidang olahraga.
Menurut Mahmutarom, buku yang dibedah dalam kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena mendokumentasikan proses panjang yang sering kali tidak terlihat dalam perjalanan seorang atlet.
“Buku ini merekam kerja keras yang mungkin tidak selalu terlihat di lapangan. Yayasan berkomitmen untuk terus menyinergikan potensi atlet dengan dukungan institusi yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi antar civitas akademika agar berbagai prestasi yang telah diraih dapat terus berlanjut dan berkembang di masa depan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Wahid Hasyim, Muhlisin, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi tentang prestasi atlet di lingkungan perguruan tinggi.
Ia berharap dokumentasi tersebut dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain dalam mengelola dan mengembangkan potensi mahasiswa di bidang olahraga.
“Tulisan para atlet dalam buku ini juga akan direkognisi sebagai tugas akhir pengganti skripsi. Ini menjadi langkah untuk mendorong atlet tetap mampu menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa dan atlet,” jelasnya.
Dalam buku tersebut, sebanyak 18 atlet mahasiswa membagikan pengalaman mereka selama menempuh perjalanan sebagai atlet sekaligus mahasiswa. Cerita yang disajikan mencakup strategi membagi waktu antara jadwal latihan yang padat dengan kegiatan perkuliahan, serta pengalaman bertanding di berbagai cabang olahraga.
Menurut data yang disampaikan pihak fakultas, dalam kurun waktu 2015 hingga 2021, Unwahas berhasil mencatatkan sebanyak 79 prestasi internasional dari para atlet mahasiswanya. Capaian tersebut memperkuat posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mencetak prestasi di bidang olahraga.
Melalui kegiatan bedah buku ini, pihak kampus berharap kisah perjuangan para atlet dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi serta foto bersama antara pimpinan universitas dan para atlet yang hadir di aula Fakultas Kedokteran Unwahas. Kegiatan tersebut menjadi simbol apresiasi atas dedikasi mahasiswa dalam membawa nama baik kampus di berbagai ajang olahraga.(mus)






