Viral Masak di Kereta Api, KAI Tegaskan Larangan Keras: Stop Kontak Bukan untuk Kompor!

FOLKSTIME.ID — Isu penggunaan stop kontak kereta api untuk aktivitas memasak kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dugaan penggunaan kompor listrik di dalam rangkaian kereta. Menyikapi hal tersebut, aturan terkait pemanfaatan fasilitas listrik di dalam kereta api kembali ditegaskan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang.

Fenomena viral stop kontak kereta api ini dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat mengenai fungsi fasilitas yang disediakan bagi penumpang. Dalam penjelasan resminya, penggunaan stop kontak disebutkan hanya diperuntukkan bagi perangkat elektronik pribadi berdaya rendah, seperti telepon genggam, tablet, dan komputer jinjing, guna menunjang kenyamanan selama perjalanan.

Aturan Penggunaan Stop Kontak Kereta Api Ditegaskan

Penegasan aturan tersebut disampaikan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan penggunaan listrik di dalam kereta api. Fasilitas stop kontak yang tersedia di setiap kursi disebut dirancang dengan kapasitas terbatas, sehingga tidak dapat digunakan untuk perangkat berdaya besar yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kereta secara keseluruhan.

“Penggunaan stop kontak untuk peralatan berdaya tinggi seperti kompor listrik, rice cooker, hair dryer, maupun alat elektronik rumah tangga lainnya sangat tidak diperbolehkan. Selain melanggar aturan, hal tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan serta mengganggu kenyamanan pelanggan lain,” ujar Luqman Arif.

Penelusuran Konten Viral Masih Dilakukan

Konten yang beredar luas di media sosial terkait dugaan aktivitas memasak mi instan di dalam kereta disebut sedang dalam tahap penelusuran lebih lanjut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus menjaga kualitas layanan serta aspek keselamatan perjalanan kereta api.

Dalam keterangannya, pihak KAI menyampaikan bahwa penggunaan perangkat elektronik berdaya besar secara bersamaan dapat memicu beban listrik berlebih yang berisiko mengganggu operasional sistem kelistrikan kereta. Risiko tersebut tidak hanya berdampak pada perangkat, tetapi juga terhadap keselamatan penumpang secara keseluruhan.

“Kami memahami perhatian publik terhadap isu ini. Oleh karena itu, penelusuran dan pendalaman masih dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang beredar, sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan,” kata Luqman.

Panduan Penggunaan Stop Kontak untuk Penumpang

Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, panduan penggunaan fasilitas listrik di dalam kereta turut disampaikan. Perangkat yang diperbolehkan meliputi gadget pribadi berdaya rendah seperti ponsel, tablet, dan laptop. Sementara itu, perangkat seperti kompor listrik, teko listrik, catokan rambut, hingga pengering rambut dinyatakan dilarang digunakan.

Selain itu, pengisian daya powerbank secara langsung dari stop kontak kereta juga tidak diperkenankan. Penumpang diimbau untuk memastikan perangkat tidak mengalami panas berlebih serta segera mencabutnya setelah selesai digunakan. Penggunaan secara bergantian juga dianjurkan guna menjaga kenyamanan bersama.

Imbauan Bijak Bermedia Sosial dan Keselamatan Perjalanan

Di tengah maraknya informasi yang beredar, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menyikapi konten viral serta memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayainya. KAI juga mengingatkan pentingnya peran aktif penumpang dalam menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan berlangsung.

Apabila ditemukan aktivitas yang dinilai berpotensi membahayakan, laporan dapat segera disampaikan kepada petugas kondektur atau melalui layanan pelanggan resmi yang telah disediakan.

“KAI mengajak seluruh pelanggan untuk tidak hanya tertib dalam perjalanan, tetapi juga bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Pastikan informasi yang diterima telah terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” pungkas Luqman.(tya)

Artikel Menarik Lainnya