FOLKSTIME.ID – Tumpahan sampah di Jalan Sultan Agung, Kota Semarang, yang sempat viral di media sosial pada Selasa (24/3), telah ditangani dengan cepat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Kejadian tersebut dilaporkan oleh masyarakat dan langsung direspons dengan pengerahan tim kebersihan ke lokasi.
Langkah cepat tersebut dilakukan guna memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga dan arus lalu lintas tidak terganggu. Dalam waktu kurang dari satu jam, area yang sebelumnya dipenuhi sampah telah dibersihkan secara menyeluruh.
Laporan Masyarakat Jadi Pemicu Aksi Cepat
Peristiwa tumpahan sampah tersebut diketahui setelah sebuah unggahan beredar luas di media sosial. Dalam unggahan itu, terlihat sampah berserakan di sekitar pertigaan pos polisi Jalan Sultan Agung.
Setelah laporan diterima, respons cepat langsung dilakukan. Tim kebersihan segera dikerahkan dan proses penanganan dilakukan di lapangan dengan sigap.
“Kami bergerak cepat segera setelah mendapat laporan. Penanganan di lapangan dilakukan secara sigap oleh personel kami, di mana proses pembersihan total tidak memakan waktu lama, bahkan tidak sampai satu jam lokasi sudah kembali bersih,” ujar Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, Rabu 25 Maret 2026.
Kronologi: Truk Sampah Melaju Melebihi Batas Kecepatan
Dari hasil penelusuran yang dilakukan melalui rekaman CCTV, diketahui bahwa insiden tersebut melibatkan truk milik DLH yang tengah mengangkut sampah dari TPS Pasar Jangli menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
Kecepatan kendaraan disebut telah melampaui batas yang ditentukan. Truk tersebut diketahui melaju hingga hampir 60 km/jam, sementara batas kecepatan operasional yang seharusnya diterapkan adalah 40 km/jam.
Keputusan untuk melaju lebih cepat disebut dipicu oleh tekanan jadwal pengangkutan. Beban kerja yang tinggi di beberapa lokasi lain telah membuat pengemudi berupaya mengejar waktu.
Proses Pembersihan Dilakukan Bertahap dan Terkoordinasi
Di lapangan, proses pembersihan dilakukan secara bertahap. Sampah yang berceceran terlebih dahulu disapu ke pinggir jalan oleh petugas yang telah tiba lebih awal. Sementara itu, armada pendukung disiapkan untuk mempercepat proses pengangkutan kembali.
Setelah armada tambahan tiba, sampah segera diangkut dan dimasukkan kembali ke dalam truk. Seluruh area kemudian dibersihkan hingga kondisi kembali normal.
“Penanganan pertama dilakukan dengan menyapu sampah ke pinggir oleh personel kami sambil menunggu armada pendukung. Begitu armada datang, sampah langsung dinaikkan ke truk. Pada pukul 13.00 WIB, seluruh area dipastikan sudah bersih dan rapi kembali,” jelasnya.
Permintaan Maaf Disampaikan Secara Terbuka
Atas kejadian yang sempat mengganggu kenyamanan masyarakat tersebut, permintaan maaf secara terbuka telah disampaikan oleh pihak DLH Kota Semarang.
Tanggung jawab atas insiden tersebut ditegaskan berada pada pimpinan instansi, meskipun kesalahan terjadi di lapangan.
“Selaku Kepala DLH, saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” tegas Glory.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang kebersihan.
Sanksi Diberikan, Evaluasi SOP Dilakukan
Sebagai tindak lanjut, pengemudi truk yang terlibat telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Meskipun yang bersangkutan dikenal memiliki rekam jejak kerja yang baik, sanksi tetap diberikan.
Teguran lisan dan tertulis telah dijatuhkan sebagai bentuk penegakan disiplin. Langkah tersebut diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami sudah memanggil driver yang bersangkutan dan memberikan teguran, baik secara lisan maupun peringatan tertulis. Jika kejadian serupa terulang kembali, kami tidak segan untuk memberikan sanksi yang lebih berat, termasuk pemecatan,” tambahnya.
Selain sanksi, evaluasi internal secara menyeluruh juga akan dilakukan. Standar Operasional Prosedur (SOP) pengangkutan sampah akan dikaji ulang agar seluruh petugas dapat bekerja sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Komitmen Perbaikan Layanan Kebersihan Kota
Peristiwa ini telah dijadikan momentum untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Semarang. Kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap SOP dinilai harus terus ditingkatkan.
Langkah evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat memperbaiki sistem kerja di lapangan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ke depan, pengawasan terhadap operasional armada akan diperketat, dan koordinasi antar petugas akan ditingkatkan. Dengan demikian, potensi terjadinya insiden serupa dapat diminimalisir. (Tya)







