Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen Dorong Wakaf Sosial, Program Air Bersih hingga Ambulans untuk Warga

FOLKSTIME.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan gerakan wakaf sosial sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan saat menghadiri peluncuran program wakaf sosial yang digagas oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, serta Dompet Dhuafa di Semarang, Rabu (11/3/2026) malam.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu menyebut wakaf sosial sebagai langkah strategis untuk mendukung berbagai kegiatan sosial keagamaan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Wakaf sosial ini diperuntukkan untuk kegiatan yang sifatnya keagamaan dan sosial, mulai dari pengadaan air bersih, ambulans, hingga renovasi masjid,” ujar Gus Yasin dalam sambutannya.

Menurutnya, potensi wakaf di masyarakat sangat besar sehingga perlu terus digerakkan secara lebih luas agar menjadi amal jariyah yang berkelanjutan. Selain memberikan nilai ibadah, wakaf juga dinilai mampu berperan dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

Pada momentum yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah. Program tersebut mendapat respons positif, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Gus Yasin menilai Jawa Tengah memiliki fondasi kuat dalam pengembangan filantropi Islam. Salah satu indikatornya adalah kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang dinilai menjadi contoh di tingkat nasional.

Ia menjelaskan, selama hampir satu dekade terakhir ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

“Setiap bulan alhamdulillah terkumpul paling tidak sekitar Rp8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah,” jelasnya.

Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik di berbagai daerah di Jawa Tengah, mulai dari program bantuan sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Keberhasilan pengelolaan zakat tersebut, lanjutnya, menjadi inspirasi untuk memperkuat pengelolaan wakaf agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga menekankan pentingnya keteladanan dalam menggerakkan wakaf. Ia mengaku pada hari yang sama telah dua kali meluncurkan QR wakaf sebagai bentuk ajakan nyata kepada masyarakat untuk berpartisipasi.

Ia pun mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan untuk turut terlibat dalam gerakan wakaf, termasuk jajaran di Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng-Semarang, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan program wakaf sosial ini merupakan bentuk sinergi antara BI dan Dompet Dhuafa dalam memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.

Menurutnya, program Wakaf Sosial Bank Indonesia menghadirkan tiga fokus utama. Pertama, wakaf air melalui pembangunan sumur bor untuk menyediakan akses air bersih bagi masyarakat. Kedua, wakaf renovasi masjid guna meningkatkan kelayakan sarana ibadah. Ketiga, wakaf ambulans untuk mendukung layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Jawa Tengah.

Melalui program tersebut diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh fasilitas dasar yang lebih baik, mulai dari akses air bersih, tempat ibadah yang layak, hingga layanan kesehatan.

Dalam kegiatan yang sama, BMPD Jateng-Semarang bersama OJK dan Bank Indonesia juga menyalurkan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial di Jawa Tengah. Bantuan diberikan kepada beberapa panti asuhan, antara lain Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, Panti Sosial Anak Asuh Sunan Drajat, Panti Asuhan Anak Asuh Sunan Kalijaga, serta Panti Asuhan Al-Amanah.

Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada Special Olympics Indonesia Jawa Tengah. Total bantuan sosial yang diserahkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp70 juta.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap gerakan wakaf sosial yang diluncurkan tersebut dapat menjadi pemicu semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan filantropi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak kalangan yang membutuhkan.(tya)

Artikel Menarik Lainnya