
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak seluruh masyarakat menjadi tuan rumah terbaik dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
FOLKSTIME.ID – Seluruh masyarakat Kota Semarang diajak untuk mengambil peran sebagai tuan rumah terbaik dalam menyukseskan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan digelar di Jawa Tengah. Ajakan tersebut disampaikan bersamaan dengan peluncuran logo, maskot, dan tema resmi MTQ Nasional XXXI di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (25/6), sebagai penanda dimulainya rangkaian persiapan menuju perhelatan nasional tersebut.
Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI pada September 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang syiar Islam berskala nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperlihatkan kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah berbagai kegiatan nasional. Dukungan terhadap penyelenggaraan terus dipersiapkan melalui peningkatan infrastruktur, kesiapan lokasi perlombaan, pelayanan bagi kafilah, hingga pelibatan masyarakat secara luas.
Semangat kolaborasi untuk menyukseskan MTQ Nasional 2026 juga diharapkan mampu memperkuat citra Kota Semarang sebagai kota yang religius, ramah, bersih, toleran, dan memiliki daya saing dalam penyelenggaraan agenda nasional. Berbagai unsur masyarakat didorong untuk ikut berpartisipasi dalam menyambut ribuan tamu dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Kami ingin seluruh masyarakat ikut merasakan semangat MTQ Nasional. Mari kita sukseskan bersama agar para tamu membawa pulang kesan bahwa Semarang adalah kota yang nyaman, toleran, bersih, dan selalu menyambut siapa pun dengan hati yang terbuka,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Kamis (25/6).
Menurut Agustina, MTQ Nasional bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun para peserta yang akan berlomba, melainkan merupakan agenda bersama seluruh warga Kota Semarang. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan, memberikan pelayanan yang ramah, serta menyambut para tamu dengan sikap yang hangat sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Peluncuran logo, maskot, dan tema resmi disebut menjadi simbol dimulainya perjalanan menuju MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Identitas tersebut dinilai tidak hanya berfungsi sebagai representasi visual, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, penguatan syiar Islam yang moderat, serta optimisme Jawa Tengah dalam menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Nasional.
Komitmen penuh terhadap seluruh tahapan persiapan juga ditegaskan Pemerintah Kota Semarang. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui penyempurnaan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan, kesiapan venue perlombaan, hingga penguatan koordinasi bersama pemerintah provinsi, lembaga keagamaan, dan berbagai pemangku kepentingan.
“MTQ Nasional bukan hanya milik pemerintah atau peserta yang akan berlomba. Ini adalah hajatan seluruh masyarakat Kota Semarang. Saya mengajak seluruh warga supaya menjadi tuan rumah yang baik, menjaga kebersihan kota, memberikan pelayanan yang ramah, serta ikut menyambut para tamu dari seluruh Indonesia dengan penuh kehangatan,” ujar Agustina.
Selain membawa misi keagamaan, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan tamu diproyeksikan mampu menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, perhotelan, kuliner, transportasi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
“Kesuksesan MTQ bukan hanya diukur dari lancarnya perlombaan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan bersama untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi terbaik Kota Semarang kepada Indonesia,” lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan sekitar 8.000 anggota kafilah akan hadir selama penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Jumlah tersebut dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi Kota Semarang sebagai destinasi kegiatan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas sektor jasa dan perdagangan.
Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa MTQ Nasional merupakan media untuk membangun peradaban Qurani sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia juga memberikan apresiasi terhadap kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang yang dinilai telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI secara serius, terencana, dan kolaboratif.
Melalui sinergi pemerintah, lembaga keagamaan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 diharapkan dapat berjalan sukses dari sisi pelaksanaan, pelayanan, maupun syiar keagamaan, sekaligus meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta dan tamu yang datang ke Kota Semarang.(tya)

1 thought on “MTQ Nasional 2026 Resmi Dimulai, Agustina Minta Warga Semarang Sambut Tamu dengan Hati Terbuka”