Wali Kota Agustina Dorong Program Waras Ekonomi Saat Pelantikan ISEI Semarang

FOLKSTIME.ID – Program “Waras Ekonomi” kembali digaungkan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang Periode 2026–2029 di Ruang Borobudur LPPM Unnes Semarang, Kamis (21/5). Dalam agenda tersebut, penguatan sinergi ekonomi Jawa Tengah dan pemerataan kesejahteraan masyarakat ditekankan sebagai fokus utama pembangunan daerah.

Pelantikan pengurus baru ISEI Semarang itu juga dijadikan momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, praktisi ekonomi, hingga lembaga keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kota Semarang maupun Jawa Tengah.

Tema seminar nasional bertajuk “Mendorong Perekonomian Jawa Tengah Lebih Kuat, Merata dan Berkesinambungan melalui Sinergitas antar Pihak” disebut selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Semarang melalui program Waras Ekonomi yang kini tengah dijalankan.

“Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi ekonomi seperti ISEI sangat krusial. Program ‘Waras Ekonomi’ tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pemikiran dari para pakar. Kami berharap ISEI Semarang dapat menjadi mitra strategis dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” ujar Agustina.

Program Waras Ekonomi Difokuskan untuk UMKM dan Stabilitas Harga

Melalui program Waras Ekonomi, ekosistem usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM disebut akan terus diperkuat melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Stabilitas harga bahan pokok juga dipastikan menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional.

Selain itu, penciptaan lapangan kerja inklusif disebut terus didorong agar kesempatan kerja dapat diakses lebih luas oleh masyarakat Kota Semarang.

“Kami ingin kesehatan ekonomi masyarakat tetap terjaga. Karena itu, penguatan UMKM, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga penciptaan lapangan kerja menjadi bagian penting dalam program Waras Ekonomi,” kata Agustina.

Pengurus ISEI Cabang Semarang yang baru dilantik juga diajak untuk terlibat langsung melalui kajian strategis, riset ekonomi, hingga pendampingan di lapangan.

Kepengurusan Baru ISEI Semarang Resmi Dilantik

Dalam prosesi pelantikan tersebut, penyerahan pataka organisasi dilakukan dari Ketua ISEI Periode 2023–2026 Suharnomo kepada Ketua ISEI Semarang Periode 2026–2029 Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti.

Agenda itu turut dihadiri perwakilan Universitas Negeri Semarang atau Unnes, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik Zaenuri.

Dalam sambutannya, pentingnya kontribusi akademisi dan sarjana ekonomi terhadap penyusunan kebijakan pembangunan daerah turut disampaikan dalam forum tersebut.

ISEI Semarang dinilai memiliki posisi strategis dalam memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi yang adaptif terhadap tantangan ekonomi regional maupun nasional.

Seminar Nasional Hadirkan Bank Indonesia dan LPS

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar nasional dan diseminasi kebijakan ekonomi yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Noor Nugroho dan Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS Doddy Zulverdi turut memberikan pemaparan terkait penguatan ekonomi daerah dan stabilitas sektor keuangan.

Jalannya seminar dipandu moderator Firmansyah.

Dengan kepengurusan baru yang telah dilantik, ISEI Cabang Semarang diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus melahirkan rekomendasi kebijakan ekonomi yang konkret bagi pembangunan Kota Semarang dan Jawa Tengah.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Penanganan banjir Mangkang Kulon akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kecamatan Tugu mulai diarahkan pada langkah permanen melalui normalisasi sungai, pelebaran alur air, pembangunan hunian sementara hingga pembebasan lahan yang kini dipercepat oleh pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Langkah penanganan banjir Semarang tersebut disebut telah memasuki tahap darurat sekaligus perencanaan jangka panjang setelah sejumlah titik terdampak mulai surut dan proses pembersihan lingkungan warga dilakukan secara bertahap oleh petugas gabungan. Kolaborasi penanganan Sungai Plumbon itu melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Pemprov Jateng serta Pemkot Semarang guna menekan risiko banjir susulan di kawasan Mangkang Kulon, Ngaliyan hingga Semarang Barat. “Kami pastikan langkah darurat sudah dilakukan. BBWS telah menutup sementara titik tanggul yang jebol agar air tidak kembali masuk ke permukiman warga,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto saat meninjau lokasi banjir di Kota Semarang, Selasa (19/5). Menurut Suharyanto, penanganan permanen Sungai Plumbon akan difokuskan pada normalisasi dan pelebaran sungai karena kapasitas aliran dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras terjadi di wilayah hulu. “Setelah penanganan darurat selesai, akan dilakukan penanganan permanen supaya kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya. Selengkapnya… https://folkstime.id/banjir-mangkang-kulon-masuk-penanganan-permanen-sungai-plumbon-akan-diperlebar-hingga-25-meter/ #semarang #banjir #bnpb #mangkang #ngaliyan

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya