Zulhas Pastikan Pupuk dan Harga Gabah Petani Banyuwangi Stabil

FOLKSTIME.ID– Zulkifli Hasan menghadiri rembuk tani dan makan bersama ratusan petani di Desa Karangbendo, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026), untuk memastikan kondisi sektor pangan nasional tetap terjaga.

Dalam pertemuan yang berlangsung lesehan dan penuh suasana kekeluargaan itu, Zulhas mengecek langsung dua persoalan utama yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, yakni ketersediaan pupuk subsidi dan harga gabah di tingkat petani.

Sekitar 300 petani hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa distribusi pupuk saat ini relatif aman, sementara harga gabah mengalami penguatan.

Harga Gabah Petani Menguat

Dalam dialog bersama petani, Zulhas menerima laporan bahwa harga gabah di Banyuwangi kini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, bahkan di beberapa wilayah tercatat lebih tinggi.

Kondisi tersebut dinilai memberi angin segar bagi petani di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas sektor pangan nasional.

Selain itu, penyerapan pupuk subsidi di Banyuwangi juga menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi tercatat mencapai 38.863 ton atau sekitar 43 persen dari total alokasi yang tersedia.

“Kalau petani aman, pangan juga aman. Karena itu pemerintah ingin memastikan pupuk tersedia dan harga gabah tetap baik,” ujar Zulhas di hadapan petani.

Pemerintah Soroti Perbaikan Irigasi

Selain pupuk dan harga gabah, para petani juga menyampaikan sejumlah persoalan terkait jaringan irigasi pertanian.

Sebagian saluran irigasi dinilai sudah cukup baik, namun masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan perbaikan untuk mendukung produktivitas pertanian.

Zulhas memastikan persoalan tersebut akan menjadi perhatian pemerintah guna menjaga kelancaran produksi pangan, khususnya di daerah sentra pertanian seperti Banyuwangi.

Menurutnya, infrastruktur pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas hasil panen dan kesejahteraan petani.

Makan Bersama Jadi Simbol Kedekatan Pemerintah dan Petani

Kegiatan rembuk tani kemudian ditutup dengan makan bersama para petani di area persawahan Desa Karangbendo.

Suasana lesehan yang berlangsung santai itu menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Pemerintah berharap komunikasi langsung seperti ini dapat mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan sekaligus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian sebagai fondasi utama pangan nasional. (Rin)

Artikel Menarik Lainnya