
Sebanyak 30 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Semarang belum beroperasi meski telah terbentuk.
FOLKSTIME.ID – Sebanyak 30 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Semarang dipastikan belum menjalankan aktivitas usaha meski secara kelembagaan telah dibentuk. Pemerintah Kota Semarang menargetkan seluruh koperasi yang belum aktif tersebut segera didampingi agar mulai beroperasi melalui evaluasi khusus yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Kondisi puluhan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Semarang itu menjadi perhatian karena dari total 177 koperasi yang telah terbentuk, sebagian masih menghadapi hambatan dalam menggerakkan organisasi maupun aktivitas usaha di tingkat kelurahan. Pendampingan akan disesuaikan dengan karakteristik persoalan yang dihadapi masing-masing koperasi.
Evaluasi terhadap koperasi yang belum aktif akan difokuskan pada identifikasi kendala operasional, konsolidasi anggota, hingga penguatan tata kelola sehingga program pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat berjalan sesuai target Pemerintah Kota Semarang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan sekitar 30 koperasi belum dapat menjalankan aktivitas meski status pendiriannya telah rampung.
“Sudah berdiri, hanya belum beroperasi. Memang di wilayah-wilayah kota yang sebagian besar penduduknya adalah para pegawai yang sibuk, untuk mengkonsolidasikan anggota koperasi membutuhkan kesabaran yang lebih,” katanya, Selasa (7/7).
Pendampingan Disesuaikan dengan Kendala Masing-masing
Menurut Agustina, seluruh koperasi yang belum aktif akan dikumpulkan pada Juli untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan agar solusi yang diberikan sesuai dengan persoalan yang dihadapi masing-masing koperasi.
“Dari 177 itu sekitar 30 koperasi belum berjalan. Targetnya bulan Juli kita kumpulkan kembali koperasi-koperasi yang belum bisa berjalan ini untuk mengulik secara spesifik, karena masalahnya berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hambatan yang paling banyak ditemukan berasal dari keterbatasan waktu para pengurus maupun anggota koperasi yang sebagian besar merupakan pekerja dengan aktivitas harian yang padat.
“Pengurus koperasi dan anggota yang hadir di dalamnya merupakan para pekerja yang waktunya padat. Maka harus ada pola-pola tertentu supaya koperasi ini bisa berjalan. Nanti akan kita rembukkan dan kita kerja samakan dengan berbagai pihak,” tuturnya.
Perguruan Tinggi Dilibatkan Perkuat Manajemen
Upaya penguatan kelembagaan juga akan dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di sekitar lokasi koperasi. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperbaiki aspek manajemen sehingga koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Membantu manajemennya akan kita kolaborasikan dengan beberapa perguruan tinggi yang dekat dengan lokasi koperasi itu berdiri,” kata Agustina.
Ia menambahkan, penyediaan kantor maupun gudang belum menjadi prioritas selama aktivitas usaha koperasi belum berjalan. Menurutnya, kebutuhan fasilitas fisik baru akan diputuskan setelah kegiatan ekonomi koperasi benar-benar berlangsung.
“Gudang atau kantor adalah bagian dari sebuah aktivitas. Jika aktivitasnya sudah berjalan, baru kemudian diputuskan apakah membutuhkan kantor atau gudang. Tapi kalau aktivitasnya belum berjalan, tidak mungkin kita membuat gudang atau kantor,” tegasnya.(tya)

1 thought on “30 KKMP di Semarang Belum Beroperasi, Pemkot Siapkan Pendampingan Khusus dan Gandeng Kampus”