• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Mahasiswa Semarang Raup Cuan dari Drone, Tarif Dokumentasi Tembus Ratusan Ribu Sekali Terbang

setiawan by setiawan
22 Mei 2026
in Lifestyle
0
Tren jasa pilot drone freelance di Semarang meningkat. Mahasiswa manfaatkan hobi jadi penghasilan, tarif dokumentasi mulai ratusan ribu per proyek.
Tren jasa pilot drone freelance di Semarang meningkat. Mahasiswa manfaatkan hobi jadi penghasilan, tarif dokumentasi mulai ratusan ribu per proyek.

Tren jasa pilot drone freelance di Semarang meningkat. Mahasiswa manfaatkan hobi jadi penghasilan, tarif dokumentasi mulai ratusan ribu per proyek.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID — Dengung baling-baling kecil terdengar memecah senja di kawasan perbukitan Jatibarang. Sebuah drone perlahan naik, mengambil sudut terbaik dari hamparan langit dan siluet kota. Di bawahnya, sekelompok anak muda berdiri memantau layar monitor dengan serius, sesekali berdiskusi soal arah angin dan komposisi gambar.

Bagi sebagian orang, aktivitas itu mungkin sekadar hobi. Namun bagi sejumlah mahasiswa di Semarang, menerbangkan drone kini menjadi pintu masuk menuju penghasilan tambahan yang menjanjikan.

Fenomena jasa pilot drone freelance di Semarang tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan dokumentasi visual dari udara. Mulai dari peliputan acara, promosi UMKM, konten kreator media sosial, hingga kebutuhan teknis seperti survei ringan dan pemetaan skala kecil, semuanya membuka peluang baru bagi generasi muda yang melek teknologi.

Perkembangan ini tak lepas dari peran komunitas. Salah satu yang aktif mewadahi para pegiat drone adalah Semarang Drone Community.

Ketua komunitas tersebut, Widhi Cahyadi, menyaksikan langsung perubahan pola aktivitas anggotanya. Jika dulu kebanyakan hanya terbang santai saat akhir pekan, kini sebagian mulai menerima tawaran kerja lepas.

“Di komunitas kami ada juga yang jadi pilot drone part-time, rata-rata usia muda juga. Jadi kalau ada pihak yang butuh dokumentasi atau pekerjaan teknis, bisa kami hubungkan,” ujar Widhi, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, permintaan jasa pilot drone di Semarang menunjukkan tren meningkat, terutama untuk kebutuhan dokumentasi acara dan produksi konten visual. Banyak mahasiswa memulai dari nol—belajar menerbangkan drone, memahami teknik pengambilan gambar, hingga membangun portofolio sederhana dari proyek-proyek kecil.

Seiring bertambahnya jam terbang, peluang pun terbuka lebih lebar.

Di pasar lokal, tarif jasa drone dokumentasi acara Semarang cukup variatif. Untuk pekerjaan sederhana seperti liputan acara komunitas, pernikahan, atau konten promosi UMKM, biaya jasa bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah per proyek.

Besaran tarif biasanya dipengaruhi oleh durasi pengambilan gambar, tingkat kesulitan lokasi, jenis dan spesifikasi drone, kebutuhan editing atau pengolahan visual.

Sementara untuk pekerjaan yang lebih teknis seperti pemetaan wilayah atau survei tertentu, nilai proyek dapat meningkat signifikan. Namun, proyek skala besar semacam itu masih lebih banyak dikerjakan di luar Pulau Jawa.

“Kalau pemetaan biasanya job besar dan seringnya ke luar Jawa. Tapi tetap ada peluangnya,” kata Widhi.

Bagi mahasiswa, fleksibilitas menjadi daya tarik utama. Pekerjaan bisa disesuaikan dengan jadwal kuliah tanpa terikat jam kerja tetap. Model kerja berbasis proyek ini memungkinkan mereka tetap fokus pada pendidikan sambil menambah pengalaman profesional.

Untuk kebutuhan dokumentasi ringan dan hobi, sertifikasi pilot drone belum menjadi syarat mutlak. Hal ini membuat akses masuk ke dunia drone relatif terbuka bagi pemula.

Meski demikian, sertifikasi tetap penting bagi mereka yang ingin masuk ke proyek profesional atau teknis berskala besar. Dengan sertifikat resmi, kredibilitas di mata klien meningkat, sekaligus membuka peluang proyek bernilai lebih tinggi.

Komunitas berperan sebagai ruang pembelajaran awal. Anggota baru bahkan dapat meminjam perangkat milik komunitas sebelum memutuskan membeli drone sendiri.

“Kita latih gratis. Biasanya kita pinjami dulu. Yang penting senang-senang, sambil belajar,” ujar Widhi.

Salah satu titik kumpul rutin komunitas berada di kawasan Joglo Langit. Area terbuka ini dinilai aman dan ideal untuk latihan terbang.

Di lokasi tersebut, para anggota—baik pemula maupun yang sudah berpengalaman—berkumpul setiap pekan. Aktivitasnya sederhana namun produktif: latihan manuver, mencoba fitur terbaru, berbagi pengalaman proyek, hingga berdiskusi soal teknik pengambilan gambar sinematik.

Komunitas drone mahasiswa di Semarang ini tidak hanya diikuti warga ibu kota Jawa Tengah. Sejumlah anggota datang dari daerah sekitar seperti Kudus, Pati, hingga Cilacap. Jaringan lintas kota tersebut memperluas peluang kolaborasi dan distribusi proyek.

Ketika ada permintaan jasa di luar kota, anggota dapat saling terhubung dan berbagi informasi pekerjaan.

Pertumbuhan konten digital yang pesat membuat kebutuhan visual dari sudut pandang udara semakin relevan. Promosi destinasi wisata, dokumentasi pembangunan, hingga kampanye media sosial kini kerap memanfaatkan footage drone untuk memberikan perspektif berbeda.

Drone bukan lagi sekadar perangkat hiburan. Ia telah menjadi alat produksi dalam ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Bagi mahasiswa di Semarang, profesi pilot drone freelance menawarkan kombinasi menarik:

Fleksibel

Berbasis keterampilan

Berpeluang naik kelas ke sektor profesional

Dari sekadar menerbangkan drone di akhir pekan, kini banyak anak muda mulai memetakan masa depan kariernya di industri visual dan teknologi.

Di tengah langit yang semakin ramai oleh perangkat tanpa awak, satu hal menjadi jelas: di Semarang, drone bukan lagi sekadar mainan. Ia telah menjelma menjadi sayap baru bagi generasi muda untuk terbang lebih tinggi secara harfiah maupun ekonomi.(tya)

setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya