630 Ribu Petani Milenial Didorong Turun ke Sawah, Jateng Kejar Swasembada Pangan 2026 Lewat Inovasi “Sepur”

Regenerasi Petani dan Inovasi Pertanian Digenjot, Ketahanan Pangan Jawa Tengah Diperkuat

FOLKSTIME.ID — Upaya memperkuat ketahanan pangan Jawa Tengah melalui regenerasi petani dan inovasi sektor pertanian terus didorong oleh pemerintah daerah sebagai langkah strategis menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, terutama terkait usia petani yang didominasi kelompok lanjut.

Program penguatan petani milenial Jawa Tengah dinilai menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kesinambungan produksi pangan. Selain meningkatkan produktivitas, regenerasi juga diarahkan untuk menghadirkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi dan mampu mendorong modernisasi sektor pertanian.

Kegiatan apel siaga yang melibatkan penyuluh pertanian dan petani milenial digelar di kawasan Agro Center Soropadan, Kabupaten Temanggung, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dan percepatan inovasi di lapangan. Agenda tersebut juga dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pendekatan berbasis generasi muda.

Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa regenerasi petani tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan telah diposisikan sebagai gerakan strategis untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian.

“Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk kontribusi nyata di lapangan. Yang lebih penting, bagaimana dorongan kepada generasi muda agar mau terjun ke pertanian dapat terus diperkuat,” ujar Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno.

Regenerasi Jadi Kunci Produktivitas

Disebutkan, jumlah petani milenial di Jawa Tengah saat ini telah mencapai sekitar 630 ribu orang dan dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjawab tantangan regenerasi. Hal ini mengingat mayoritas petani berada pada rentang usia 40 hingga 60 tahun.

Dengan hadirnya generasi baru yang lebih terbuka terhadap teknologi, efisiensi dan produktivitas pertanian diharapkan dapat meningkat signifikan.

“Regenerasi menjadi kunci, karena dengan SDM yang adaptif terhadap inovasi, sektor pertanian akan semakin maju,” ungkapnya.

Perlindungan Lahan dan Lingkungan Diperketat

Selain regenerasi, kebijakan perlindungan lahan pertanian juga sedang diperkuat melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Langkah ini dilakukan untuk mencegah alih fungsi lahan yang berpotensi mengganggu stabilitas produksi pangan.

Lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan pertanian direncanakan akan dilindungi secara ketat agar tetap produktif dalam jangka panjang. Pengelolaan sumber daya air dan pelestarian lingkungan, khususnya daerah tangkapan air, juga terus didorong guna mendukung keberlanjutan sistem pertanian.

Kolaborasi Petani Milenial Diperluas

Keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian terus menunjukkan tren positif. Kegiatan apel siaga tersebut diikuti sekitar 300 penyuluh dari 17 kabupaten/kota serta 300 duta petani milenial yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi di lapangan.

Ketua Umum Petani Milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin, menyampaikan bahwa penguatan jaringan menjadi kunci dalam mendorong kontribusi nyata sektor pertanian. “Kolaborasi ini diharapkan semakin kuat dan mampu memberikan dampak tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga secara nasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah petani muda terus berkembang dan kini telah mencapai hampir 35 ribu orang sejak 2019. Upaya perubahan stigma terhadap sektor pertanian pun terus dilakukan.

“Selama ini pertanian dianggap kotor dan tidak menarik, sehingga upaya kami difokuskan untuk mengubah pandangan tersebut agar lebih diminati generasi muda,” katanya.

Target Produksi dan Inovasi Digenjot

Sementara itu, target swasembada pangan 2026 ditetapkan sejalan dengan visi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Luas tanam padi ditargetkan mencapai 2,38 juta hektare, dengan realisasi sementara sebesar 683.782 hektare.

Disebutkan bahwa penambahan luas tanam harian berkisar antara 7.000 hingga 8.000 hektare. Produksi padi hingga Mei 2026 diproyeksikan mencapai 4,69 juta ton gabah kering giling dari target total 10,55 juta ton.

Berbagai komoditas lain juga menunjukkan kontribusi signifikan, di antaranya cabai, bawang merah, serta daging sapi. Jawa Tengah bahkan disebut sebagai kontributor utama produksi bawang putih nasional dengan capaian lebih dari 60 persen.

Untuk mempercepat produksi, sejumlah strategi diterapkan, mulai dari peningkatan indeks pertanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pola percepatan tanam berkelanjutan atau sistem “sepur” yang mengintegrasikan proses panen hingga tanam secara cepat.

Melalui langkah tersebut, optimalisasi lahan diharapkan dapat tercapai secara maksimal sekaligus mempercepat peningkatan luas tambah tanam di wilayah Jawa Tengah.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME- Klarifikasi Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 berjanji tidak akan mengulanginya lagi sikap yang bukan identik dengan pesepakbola profesional. Paslanya, ia dirujak netizen di media sosial setelah melakukan tendangan kungfu ke salah satu pemain Dewa United U-20. Peristiwa tersebut terjadi pada pekan ke-32 Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Fadly Alberto meminta maaf karena perilakunya menimbulkan momen yang sangat merugikan untuk sepak bola Indonesia. #pssi #alberto #timnas #indonesia

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya