Self-Love di Jalan Raya: Perempuan Semarang Didorong Kendalikan Pikiran Demi Hindari Risiko Kecelakaan

FOLKSTIME.ID – Aktivitas berkendara sepeda motor oleh perempuan dengan mobilitas tinggi di wilayah Jawa Tengah disebut semakin intens seiring meningkatnya tuntutan akademik maupun pekerjaan, sehingga fokus berkendara dinilai rentan terganggu akibat beban pikiran yang telah terbawa sejak sebelum perjalanan dimulai.

Kondisi tersebut banyak ditemukan pada kalangan mahasiswi hingga pekerja di kawasan perkotaan seperti Semarang, di mana sepeda motor kerap dimanfaatkan sebagai sarana utama mobilitas harian dan bahkan diposisikan sebagai “ruang kerja kedua”, sehingga tekanan aktivitas seringkali terbawa ke jalan dan memicu penurunan konsentrasi saat berkendara.

Dalam konteks keselamatan berkendara perempuan, sejumlah pendekatan berbasis pengendalian mental dan fisik mulai diperkenalkan guna menekan risiko kecelakaan, termasuk pengelolaan stres, kelelahan tersembunyi, hingga kontrol emosi di tengah lalu lintas yang padat.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri yang tidak dapat ditawar. “Keselamatan adalah self-love yang sesungguhnya, bahwa bagi perempuan yang mandiri, menjaga diri di jalan raya adalah bentuk tertinggi dari self-love. Ingat, kita punya peran penting di rumah, di kampus, atau di kantor. Jangan biarkan beban pikiran merampas keselamatan kita,” ujar Oke.

Kendali Pikiran Jadi Kunci Utama

Upaya menjaga keselamatan berkendara disebut tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kesiapan mental sebelum memulai perjalanan, di mana pengendara disarankan untuk memisahkan urusan pribadi dengan aktivitas di jalan melalui metode sederhana seperti membangun kesadaran saat mengenakan helm.

Teknik ini dinilai efektif dalam membantu menurunkan hormon stres yang berpotensi mengganggu fokus, sehingga pengendara dapat lebih hadir secara penuh saat berada di jalan raya.

Waspadai Kelelahan Tersembunyi

Selain faktor mental, kelelahan yang tidak disadari juga disebut menjadi ancaman serius bagi perempuan yang terbiasa menjalankan banyak aktivitas secara bersamaan, karena kondisi tersebut dapat menurunkan tingkat konsentrasi secara signifikan tanpa disadari.

Pengendara yang mulai kehilangan fokus atau mengalami gejala seperti melamun disarankan untuk segera menghentikan perjalanan sementara di lokasi aman guna melakukan istirahat singkat, hidrasi, serta peregangan ringan sebelum melanjutkan perjalanan.

Atur Napas dan Hindari Beban Sensorik

Dalam situasi kemacetan, pengaturan napas dinilai sebagai metode cepat untuk menjaga ketenangan, di mana teknik pernapasan perut dapat membantu menurunkan tingkat stres secara instan di tengah tekanan lalu lintas.

Di sisi lain, penggunaan perangkat audio dengan volume tinggi juga diingatkan dapat menambah beban kerja otak, sehingga pengendara dianjurkan untuk tetap menjaga kemampuan pendengaran terhadap kondisi sekitar sebagai bagian dari sistem kewaspadaan.

Utamakan Keselamatan, Tekan Ego di Jalan

Pendekatan lain yang turut ditekankan adalah pentingnya pengendalian emosi saat menghadapi perilaku pengendara lain yang agresif, dengan cara memberikan ruang dan tidak terpancing situasi, guna menjaga stabilitas emosi selama perjalanan berlangsung.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari prinsip keselamatan berkendara yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama dibandingkan ego pribadi, terutama bagi perempuan dengan aktivitas tinggi yang dituntut untuk tetap produktif tanpa mengabaikan aspek keselamatan di jalan.(tya)

Artikel Menarik Lainnya