May Day di Semarang Sarat Makna, Buruh Gaungkan Persatuan dan Sejarah Perjuangan

FOLKSTIME.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Jalan Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (1/5) tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga ruang refleksi atas sejarah panjang perjuangan kaum pekerja.

Sejak pukul 14.00 WIB, para peserta aksi dari berbagai elemen buruh memadati lokasi dengan tertib. Di tengah kegiatan, suasana berubah khidmat ketika seluruh massa aksi bersama aparat pengamanan berdiri tegap menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut menjadi simbol kuat persatuan di tengah beragam tuntutan yang disuarakan.

Kebersamaan semakin terasa saat lagu Bagimu Negeri dikumandangkan. Seluruh peserta mengikuti dengan sikap sempurna, menghadirkan nuansa damai yang menegaskan bahwa perjuangan buruh tetap berlandaskan nilai kebangsaan.

Aksi kemudian berlanjut dengan orasi dari perwakilan buruh yang menyoroti sejarah Hari Buruh Internasional serta pentingnya menjaga solidaritas dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Dalam penyampaiannya, buruh menekankan bahwa perjuangan tidak hanya soal tuntutan ekonomi, tetapi juga menjaga persatuan dan kesadaran kolektif.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Ia mengapresiasi sikap tertib para peserta yang mampu menjaga suasana tetap damai selama aksi berlangsung.

Selain itu, aparat kepolisian juga terus mengimbau agar seluruh elemen buruh dan masyarakat menjaga ketertiban hingga kegiatan berakhir, sehingga peringatan May Day tidak hanya menjadi momentum perjuangan, tetapi juga contoh kedewasaan dalam berdemokrasi.

@folkstime.id

FOLKSTIIME.ID- Aparat keamanan Arab Saudi menangkap tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam sindikat penipuan layanan haji ilegal. Penangkapan dilakukan oleh patroli keamanan setempat pada Selasa, 28 April 2026. Ketiga pelaku diduga menjalankan aksi penipuan dengan menyebarkan iklan menyesatkan melalui media sosial. Dalam praktiknya, mereka menawarkan paket haji fiktif yang tidak sesuai dengan prosedur resmi pemerintah Arab Saudi. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai dalam berbagai mata uang termasuk rupiah, perangkat komputer, serta kartu haji palsu yang digunakan untuk mendukung aksinya. Saat ini, ketiga WNI tersebut telah diamankan dan ditahan oleh pihak berwenang Arab Saudi. Mereka masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran haji yang tidak resmi, terutama yang beredar di media sosial dengan iming-iming kemudahan dan harga murah. #haji #ilegal #wni #makkah #penipuan

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Artikel Menarik Lainnya