• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Dari Ruang Akademik Global, Dosen UIN Walisongo Sebut Indonesia Tak Sekadar Destinasi dalam Buku BIPA

Muso by Muso
22 Mei 2026
in News
1
Dari Ruang Akademik Global, Dosen UIN Walisongo Sebut Indonesia Tak Sekadar Destinasi dalam Buku BIPA
Dari Ruang Akademik Global, Dosen UIN Walisongo Sebut Indonesia Tak Sekadar Destinasi dalam Buku BIPA

Dari Ruang Akademik Global, Dosen UIN Walisongo Sebut Indonesia Tak Sekadar Destinasi dalam Buku BIPA

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Apa yang dipelajari mahasiswa asing tentang Indonesia dari buku teks bahasa? Pertanyaan ini menjadi pintu masuk bagi riset yang dilakukan Eko Widianto, dosen UIN Walisongo Semarang, yang kini menempuh studi doktoral di University of Galway.

Berangkat dari ruang akademik global, Eko justru mengarahkan sorotannya ke dalam: bagaimana Indonesia direpresentasikan dalam buku teks Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hasilnya ia tuangkan dalam artikel ilmiah yang terbit di jurnal Humanities and Social Sciences Communications pada April 2026.

Alih-alih melihat BIPA sebagai alat diplomasi bahasa yang sudah mapan, riset ini justru membuka sisi lain: adanya kecenderungan kuat menjadikan Indonesia sebagai “produk” yang ditampilkan kepada dunia.

Membaca Indonesia dari Halaman Buku

Dalam banyak materi BIPA, Indonesia hadir sebagai ruang yang indah dan mengundang. Pantai, tradisi, hingga keramahan masyarakat menjadi elemen utama yang berulang. Dari sudut pandang promosi budaya, pendekatan ini tampak wajar. Namun, dari perspektif akademik, hal ini memunculkan pertanyaan mendasar.

Eko memandang buku teks bukan sekadar bahan ajar, melainkan medium yang membentuk cara pandang pembelajar asing. Apa yang ditulis di dalamnya akan memengaruhi bagaimana Indonesia dipahami—bahkan sebelum mereka benar-benar menginjakkan kaki di tanah air.

“Kalau narasi yang disajikan didominasi oleh pariwisata, maka Indonesia akan lebih dipahami sebagai destinasi, bukan sebagai masyarakat dengan realitas sosial yang kompleks,” ujar Eko Widianto.

Ketimpangan Narasi Budaya

Melalui pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA), Eko menemukan adanya ketimpangan dalam penyajian budaya. Narasi yang muncul cenderung seragam: indah, eksotis, dan aman. Sementara itu, aspek lain yang lebih dinamis—seperti kehidupan kota, keberagaman identitas, hingga isu sosial—kurang mendapatkan ruang.

Dalam konteks pembelajaran bahasa, ketimpangan ini bukan persoalan sepele. Bahasa dan budaya saling terkait, sehingga penyederhanaan budaya berpotensi menghasilkan pemahaman yang tidak utuh.

“Pembelajaran bahasa seharusnya membuka cakrawala, bukan justru menyederhanakan realitas. Kita perlu menghadirkan Indonesia yang lebih berlapis dalam materi BIPA,” tegasnya.

Menata Ulang Arah BIPA

Dari sudut pandang ini, riset Eko tidak hanya berhenti pada kritik, tetapi juga menawarkan arah baru. Ia mendorong agar materi BIPA dikembangkan dengan pendekatan yang lebih reflektif dan inklusif.

Bagi Eko, penting untuk menghadirkan keseimbangan antara narasi keindahan dan realitas. Indonesia tidak hanya tentang destinasi wisata, tetapi juga tentang kehidupan sehari-hari, interaksi sosial, dan dinamika masyarakat yang terus berubah.

“Kita tidak harus menghilangkan unsur pariwisata, tetapi perlu menempatkannya secara proporsional agar pembelajar mendapatkan gambaran yang lebih objektif,” jelasnya.

Indonesia dalam Perspektif Baru

Riset ini sekaligus menjadi pengingat bahwa globalisasi bahasa membawa tanggung jawab besar. Ketika bahasa Indonesia diajarkan di berbagai belahan dunia, yang ikut tersebar bukan hanya kosakata, tetapi juga cara melihat Indonesia.

Dari ruang kelas di luar negeri, citra Indonesia sedang dibentuk—halaman demi halaman, teks demi teks.

Melalui kajiannya, Eko Widianto mengajak semua pihak—mulai dari penulis buku, pengajar, hingga pembuat kebijakan—untuk lebih sadar terhadap narasi yang dibangun. Sebab, di balik setiap kalimat dalam buku BIPA, ada gambaran tentang Indonesia yang sedang dikirim ke dunia.

Dan kini, saatnya memastikan bahwa gambaran itu tidak hanya indah, tetapi juga utuh.

Judul: Dari Destinasi ke Realitas: Mengubah Cara Dunia Membaca Indonesia Lewat BIPA

Muso

Muso

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya