Daycare Buruh di Ungaran Jadi Model Baru Kolaborasi Tripartit, Jateng Siap Replikasi ke Daerah Lain

FOLKSTIME.ID – Peresmian Daycare Tripartit Berdikari di Rusunawa Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/5/2026), tak hanya menghadirkan fasilitas pengasuhan anak bagi buruh, tetapi juga memperkenalkan model kolaborasi baru antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Momentum Hari Buruh Internasional 2026 dipilih untuk menegaskan arah kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut pendekatan tripartit menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.

“Daycare ini bukan berdiri sendiri, tapi bagian dari ekosistem. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mendukung buruh,” kata Luthfi.

Konsep tripartit yang diusung memungkinkan pembagian peran yang lebih jelas: pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, perusahaan sebagai pendukung operasional, serta masyarakat sebagai pengelola dan pengguna layanan. Skema ini dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan riil pekerja di lapangan.

Daycare Tripartit Berdikari sendiri saat ini mampu menampung sekitar 15 anak, dengan dukungan tenaga pengajar dan pendamping. Operasionalnya berlangsung dari Senin hingga Sabtu, pukul 06.30 hingga 17.00 WIB, menyesuaikan jam kerja mayoritas buruh.

Ketua Yayasan Anugerah Tripartit Serasi, Sakun Adi Wiratmoko, menegaskan bahwa fleksibilitas layanan menjadi keunggulan utama. “Kami akan terus menyesuaikan dengan kebutuhan pekerja, karena setiap sektor memiliki pola kerja yang berbeda,” ujarnya.

Model ini juga dinilai dapat menjadi prototipe untuk diterapkan di daerah lain di Jawa Tengah. Pemerintah provinsi bahkan telah menyiapkan langkah replikasi, seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas ramah keluarga di kawasan industri.

Selain pengembangan daycare, pendekatan kolaboratif juga diterapkan dalam program lain seperti koperasi karyawan. Saat ini, tercatat sekitar 537 koperasi telah beroperasi, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui distribusi langsung dari produsen.

Di sisi kebijakan pendukung, Pemprov Jateng turut menghadirkan insentif transportasi serta program perumahan bagi buruh berpenghasilan rendah. Keseluruhan program ini dirancang sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

Dengan menjadikan daycare sebagai pintu masuk, Jawa Tengah tengah membangun model kebijakan ketenagakerjaan berbasis kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga keberlanjutan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Artikel Menarik Lainnya